Shadow Banking di China, Simak Fakta-faktanya: Mulai dari Pemicu hingga Kriminalisasi Bunga
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi itu membuat masyarakat China beralih ke sumber-sumber pendanaan di luar perbankan atau ke praktik shadow banking lantaran prosesnya cepat dan mudah, layaknya meminjam kepada rentenir. Sekaligus menjadi sarana investasi bagi mereka yang bisa meminjamkannya dengan bunga tinggi.
Di China bank tidak dianjurkan memberikan pinjaman kepada industri tertentu dan diwajibkan menawarkan suku bunga deposito yang sangat rendah. Kebijakan itu menjadi celah bagi lembaga-lembaga nonbank untuk menerima dana dan memberikan pinjaman lewat shadow banking.
Komisi Regulasi Perbankan China kemudian mengeluarkan pernyataan dan pemberitahuan mengenai undang-undang yang berkaitan dengan shadow banking, termasuk Peraturan Manajemen Pinjaman yang Dipercayakan Bank Umum dan Pemberitahuan Komisi Regulasi Perbankan China tentang Pencetakan dan Pendistribusian Tindakan Administratif untuk Pinjaman yang Dipercayakan Bank Umum.
Langkah-langkah itu telah menyebabkan sektor shadow banking China menyusut sekitar 16 triliun yuan sejak tahun 2017. Otoritas pengatur China telah menyatakan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk mengurangi risiko, membatasi arbitrase peraturan, dan membuka jalur modal konvensional untuk mengurangi aktivitas shadow banking di masa depan.
Baca juga: Cerita Jokowi Dikejar 4 Jenderal TNI Setelah Peristiwa Bom Bunuh Diri di Solo
Di China bank tidak dianjurkan memberikan pinjaman kepada industri tertentu dan diwajibkan menawarkan suku bunga deposito yang sangat rendah. Kebijakan itu menjadi celah bagi lembaga-lembaga nonbank untuk menerima dana dan memberikan pinjaman lewat shadow banking.
4. Salah satu terbesar di dunia
Praktik shadow banking di China menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Seperti yang disebut di atas, nilainya mencapai USD3 triliun. Sekitar dua pertiga dari seluruh pinjaman di China yang dilakukan oleh shadow banking adalah "pinjaman bank yang terselubung".5. Banyaknya Jenis Produk shadow banking
Shadow banking di China melibatkan beberapa bentuk aktivitas kredit yang berbeda, beberapa di antaranya mencakup bank, dan lainnya tidak. Shadow banking di China yang paling umum mencakup penggunaan produk Wealth Management (WMP), produk perwalian lainnya, pinjaman yang dipercayakan, serta keterkaitan sistem keuangan seperti transfer hak penerima untuk rekening perwalian.6. Mulai Dikekang Pemerintah
Setelah shadow banking kian membesar, pemerintah China mulai menerapkan beberapa kebijakan untuk menekannya. Dibentuklah badan utama yang bertanggung jawab untuk membatasi shadow banking, seperti Komisi Regulasi Perbankan China, Komisi Regulasi Asuransi China, dan Administrasi Valuta Asing Negara, dan juga melibatkan bank sentral.Komisi Regulasi Perbankan China kemudian mengeluarkan pernyataan dan pemberitahuan mengenai undang-undang yang berkaitan dengan shadow banking, termasuk Peraturan Manajemen Pinjaman yang Dipercayakan Bank Umum dan Pemberitahuan Komisi Regulasi Perbankan China tentang Pencetakan dan Pendistribusian Tindakan Administratif untuk Pinjaman yang Dipercayakan Bank Umum.
Langkah-langkah itu telah menyebabkan sektor shadow banking China menyusut sekitar 16 triliun yuan sejak tahun 2017. Otoritas pengatur China telah menyatakan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk mengurangi risiko, membatasi arbitrase peraturan, dan membuka jalur modal konvensional untuk mengurangi aktivitas shadow banking di masa depan.
Baca juga: Cerita Jokowi Dikejar 4 Jenderal TNI Setelah Peristiwa Bom Bunuh Diri di Solo
7. Kriminalisasi Bunga Tahunan di atas 36%
Pada bulan Oktober 2019, Pemerintah China mengkriminalisasi pinjaman dengan tingkat bunga tahunan di atas 36%. Langkah ini menargetkan sektor shadow banking karena kemampuannya mengenakan suku bunga yang sangat tinggi.(uka)
Lihat Juga :