Data Nasabah Kartu Kredit Batal Diintip Ditjen Pajak

Jum'at, 31 Maret 2017 - 17:51 WIB
Data Nasabah Kartu Kredit...
Data Nasabah Kartu Kredit Batal Diintip Ditjen Pajak
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ken Dwijugiasteadi memutuskan untuk membatalkan rencana mengintip data nasabah kartu kredit. Dia menganggap data kartu kredit tidak akurat untuk mengetahui jumlah harta sebenarnya dari nasabah.

Ken mengaku, saat ini pihaknya sudah tidak tertarik lagi mengintip data nasabah kartu kredit. Menurutnya, data tersebut adalah data utang piutang nasabah sehingga tak mencerminkan jumlah harta yang dimiliki masyarakat.

"‎Begini, kenapa saya enggak tertarik data kartu kredit. Itu karena utang. Kan ada plafonnya, misalnya beli barang Rp50 juta. Memang gaji saya Rp50 juta? Kan enggak juga," katanya di Kantor Pajak Besar Sudirman, Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Menurutnya, data kartu kredit tidak mencerminkan penghasilan masyarakat. Apalagi, dengan berlakunya keterbukaan informasi perbankan (Automatic Exchange of Information/AEoI), maka data tersebut sudah tidak penting lagi.

"Jadi utang, bukan penghasilan. Penghasilannya report sendiri saja, self adjustment. Ya kan dia lapor sendiri nanti. Pembandingnya nanti di exchange of information, kan mudah, otomatis. Jadi, nggak perlu lagi," tutur dia.

Sementara, terkait pembatalan rencana ini pihaknya sudah mengomunikasikannya secara informal kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Namun, dia belum mengetahui keputusan atasannya tersebut selanjutnya.

"‎Nanti saya bicara dulu, kalau ada exchange of information. Udah. Udah ngomong saya. Kartu kredit bukan potensi sebenarnya, enggak akurat. Kalau ada UU Perbankan kan otomatis, dan lagi kalian ingat, kartu kredit itu nasabah peminjam, bukan penyimpan. Jadi enggak rahasia‎ sebenarnya," tutur Ken.

Baca Juga:

Intip Kartu Kredit, Ditjen Pajak Jamin Keamanan Data Nasabah

DJP: Transaksi Kartu Kredit Nasabah Bukan Rahasia Lagi
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Wajib Pajak Diminta...
Wajib Pajak Diminta Dapat Fasilitas Lebih Baik dari Pengguna Kartu Kredit
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved