Jamin Pasokan PLTU, PLN EPI Uji Coba Coal Blending Facility
Rabu, 06 September 2023 - 18:48 WIB
loading...
Uji coba Shipment Coal Handling & Blending Facility di Pelabuhan Milik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, Jumat (1/9/2023). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bekerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) melakukan uji coba Shipment Coal Handling & Blending Facility di pelabuhan milik Krakatau Steel, Cilegon, Banten. Coal Blending Facility (CBF) merupakan teknologi yang paling strategis untuk menjamin pasokan batu bara ke pembangkit serta menjadikan operasional lebih efisien.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan, sebagai penjamin utama rantai pasok energi primer ke pembangkit, pihaknya harus terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan pasokan terjaga. Upaya ini salah satunya dilakukan dengan memperkuat rantai pasok batu bara. CBF, jelas dia, memastikan pasokan batu bara dengan kalori yang ada cukup dan mampu diserap oleh pembangkit lewat pencampuran terlebih dahulu.
Baca Juga: Penjualan Batu Bara Melejit 464%, PLN BBN Bukukan Pendapatan Rp2,41 T di 2022
"Coal Blending Facility ini dapat memberikan value creation di mana pencampuran memungkinkan PLTU untuk mendapatkan spesifikasi batu bara yang optimum sesuai dengan standar kebutuhan boiler," jelas Iwan di Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Iwan menjelaskan, uji coba yang dilakukan di Cilegon ini langsung dikirim ke PLTU Jawa 7. "Dari hasil uji coba menunjukan butuh waktu 8 jam perjalanan, sehingga proses loading unloading batu bara ke pembangkit lebih efisien. PLTU Jawa 7, kata dia, selama ini membutuhkan batu bara dengan kapasitas 680.000 metrik ton per bulan.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara mengatakan, sebagai penjamin utama rantai pasok energi primer ke pembangkit, pihaknya harus terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan pasokan terjaga. Upaya ini salah satunya dilakukan dengan memperkuat rantai pasok batu bara. CBF, jelas dia, memastikan pasokan batu bara dengan kalori yang ada cukup dan mampu diserap oleh pembangkit lewat pencampuran terlebih dahulu.
Baca Juga: Penjualan Batu Bara Melejit 464%, PLN BBN Bukukan Pendapatan Rp2,41 T di 2022
"Coal Blending Facility ini dapat memberikan value creation di mana pencampuran memungkinkan PLTU untuk mendapatkan spesifikasi batu bara yang optimum sesuai dengan standar kebutuhan boiler," jelas Iwan di Jakarta, Rabu (6/9/2023).
Iwan menjelaskan, uji coba yang dilakukan di Cilegon ini langsung dikirim ke PLTU Jawa 7. "Dari hasil uji coba menunjukan butuh waktu 8 jam perjalanan, sehingga proses loading unloading batu bara ke pembangkit lebih efisien. PLTU Jawa 7, kata dia, selama ini membutuhkan batu bara dengan kapasitas 680.000 metrik ton per bulan.
Lihat Juga :