Komisi Perdagangan Australia Dukung Ekspansi Startup Indonesia ke Negaranya
Kamis, 07 September 2023 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
Pertemuan tersebut bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam rangka KTT ASEAN pekan ini. Kedatangan kedua petinggi Pemerintah Australia ini dalam rangka menyampaikan strategi ekonomi Asia Tenggara Australia hingga tahun 2040 yang menyoroti perlunya peningkatan investasi dua arah antara Australia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Lebih jauh Xavier mengatakan, sebelumnya Austrade pernah memberi dukungan bagi perusahaan teknologi unicorn asal Indonesia membuka kantor di Melbourne. Langkah itu menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor teknologi Australia-Indonesia di masa datang.
"Selain pernah membantu perusahaan Indonesia lain untuk berkembang di Australia, beberapa waktu lalu kami juga pernah membantu perusahaan unicorn teknologi berekspansi di Australia. Dengan demikian, ekspansi Privy dapat mendorong perusahaan-perusahaan startup teknologi asal Indonesia lain untuk melebarkan bisnis di Australia," imbuh Xavier.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh CEO Privy Marshall Pribadi dan CIO Privy Krishna Chandra. "Privy menyambut baik kerja sama yang dibangun dengan Austrade untuk menjangkau market yang lebih luas lagi, baik untuk kerja sama dengan perusahaan Australia atau perusahaan lokal dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Australia,” ungkap Krishna.
Privy adalah perusahaan rintisan penyedia layanan identitas dan tanda tangan digital. Sebagai perusahaan SaaS (Software as a Service) Indonesia pertama yang melakukan ekspor layanan ke negara maju, Pemerintah Australia menyambut baik dan mendukung ekspansi Privy ke Australia sebagai salah satu manifestasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).
Lebih jauh Xavier mengatakan, sebelumnya Austrade pernah memberi dukungan bagi perusahaan teknologi unicorn asal Indonesia membuka kantor di Melbourne. Langkah itu menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor teknologi Australia-Indonesia di masa datang.
"Selain pernah membantu perusahaan Indonesia lain untuk berkembang di Australia, beberapa waktu lalu kami juga pernah membantu perusahaan unicorn teknologi berekspansi di Australia. Dengan demikian, ekspansi Privy dapat mendorong perusahaan-perusahaan startup teknologi asal Indonesia lain untuk melebarkan bisnis di Australia," imbuh Xavier.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh CEO Privy Marshall Pribadi dan CIO Privy Krishna Chandra. "Privy menyambut baik kerja sama yang dibangun dengan Austrade untuk menjangkau market yang lebih luas lagi, baik untuk kerja sama dengan perusahaan Australia atau perusahaan lokal dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Australia,” ungkap Krishna.
Privy adalah perusahaan rintisan penyedia layanan identitas dan tanda tangan digital. Sebagai perusahaan SaaS (Software as a Service) Indonesia pertama yang melakukan ekspor layanan ke negara maju, Pemerintah Australia menyambut baik dan mendukung ekspansi Privy ke Australia sebagai salah satu manifestasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).
Lihat Juga :