Penuhi 1,2 Juta Ton Permintaan Domestik, Grup MIND ID Garap Proyek Greenfield
Jum'at, 08 September 2023 - 18:31 WIB
loading...
Proyek Greenfield akan meningkatkan produksi Inalum. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - MIND ID melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berupaya meningkatkan kapasitas smelter . Inalum menargetkan produksi aluminium pada 2024 menjadi 300 ribu ton per tahun.
Baca juga: Cadangan Nikel Menipis, Moratorium Smelter Menguat
“Penambahan produksi Inalum ini disokong dengan rampungnya peningkatan fasilitas produksi dari eksisting smelter di Kuala Tanjung,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID Heri Yusuf, Jumat (8/9/2023).
Untuk memenuhi permintaan domestik 1,2 juta ton per tahun, Inalum memiliki proyek strategis ekspansi smelter aluminium, salah satunya greenfield. Proyek ini menjadi sangat critical bagi Inalum untuk bisa menjadi swasembada aluminium demi memenuhi kebutuhan aluminium di domestik.
Proyek ekspansi greenfield 600 ktpa ini berlokasi di Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Melalui proyek ini, memungkinkan adanya peluang perjanjian pasokan alumina dengan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dan produsen lain sebelum ke dalam negeri.
Proyek ini menggunakan material alumina, CPC, CTP, dan bahan baku lain yang menggunakan self-usage port terminal dengan power supply hingga 1008 MW. Proyek ekspansi greenfield dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri, namun sebagian lagi juga dimanfaatkan untuk ekspor.
Lebih lanjut, protek ekspansi greenfield memiliki kapasitas produksi minimal 600 ktpa dengan arus saluran mininal 600 kA. Sementara untuk konsumsi direct current (DC) maksimal hingga 13.032 kWh/T.AI.
Baca juga: Cadangan Nikel Menipis, Moratorium Smelter Menguat
“Penambahan produksi Inalum ini disokong dengan rampungnya peningkatan fasilitas produksi dari eksisting smelter di Kuala Tanjung,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID Heri Yusuf, Jumat (8/9/2023).
Untuk memenuhi permintaan domestik 1,2 juta ton per tahun, Inalum memiliki proyek strategis ekspansi smelter aluminium, salah satunya greenfield. Proyek ini menjadi sangat critical bagi Inalum untuk bisa menjadi swasembada aluminium demi memenuhi kebutuhan aluminium di domestik.
Proyek ekspansi greenfield 600 ktpa ini berlokasi di Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Melalui proyek ini, memungkinkan adanya peluang perjanjian pasokan alumina dengan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dan produsen lain sebelum ke dalam negeri.
Proyek ini menggunakan material alumina, CPC, CTP, dan bahan baku lain yang menggunakan self-usage port terminal dengan power supply hingga 1008 MW. Proyek ekspansi greenfield dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri, namun sebagian lagi juga dimanfaatkan untuk ekspor.
Lebih lanjut, protek ekspansi greenfield memiliki kapasitas produksi minimal 600 ktpa dengan arus saluran mininal 600 kA. Sementara untuk konsumsi direct current (DC) maksimal hingga 13.032 kWh/T.AI.
Lihat Juga :