Diplomat Rusia Akui Jalan Menuju Mata Uang BRICS Berat dan Sulit
Minggu, 10 September 2023 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
Pada pertemuan puncak BRICS baru-baru ini di Johannesburg, sejumlah ekonom, termasuk mantan eksekutif IMF, mengatakan bahwa sistem moneter internasional yang berdasarkan dolar menjadi semakin disfungsional. Pasalnya, sistem tersebut dinilai tidak lagi memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang dalam multipolaritas yang sedang berkembang di dunia.
Bagi sebagian ekonom, gagasan mata uang BRICS sebagai pesaing dolar AS masih dipandangsebelah mata. Bahkan, ekonom veteran Jim O'Neill - orang yang menciptakan dan mempopulerkan istilah BRIC ketika dia bekerja di Goldman Sachs pada tahun 2001, menyebut gagasan tersebut konyol.
"Ini hanya konyol," katanya kepada Financial Times, Selasa (15/8), seperti dikutip Fortune.com. "Mereka akan membuat bank sentral BRICS? Bagaimana Anda melakukannya? Ini (bahkan) hampir memalukan," cetusnya.
O'Neill yang kini menjabat sebagai penasihat senior di think tank Chatham House yang berbasis di Inggris mengingatkan bahwa kelompok negara tersebut "tidak pernah mencapai apa pun sejak mereka pertama kali memulai pertemuan" pada tahun 2009.
Pada pertemuan puncak BRICS baru-baru ini di Johannesburg, sejumlah ekonom, termasuk mantan eksekutif IMF, mengatakan bahwa sistem moneter internasional yang berdasarkan dolar menjadi semakin disfungsional. Pasalnya, sistem tersebut dinilai tidak lagi memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang dalam multipolaritas yang sedang berkembang di dunia.
Bagi sebagian ekonom, gagasan mata uang BRICS sebagai pesaing dolar AS masih dipandangsebelah mata. Bahkan, ekonom veteran Jim O'Neill - orang yang menciptakan dan mempopulerkan istilah BRIC ketika dia bekerja di Goldman Sachs pada tahun 2001, menyebut gagasan tersebut konyol.
"Ini hanya konyol," katanya kepada Financial Times, Selasa (15/8), seperti dikutip Fortune.com. "Mereka akan membuat bank sentral BRICS? Bagaimana Anda melakukannya? Ini (bahkan) hampir memalukan," cetusnya.
O'Neill yang kini menjabat sebagai penasihat senior di think tank Chatham House yang berbasis di Inggris mengingatkan bahwa kelompok negara tersebut "tidak pernah mencapai apa pun sejak mereka pertama kali memulai pertemuan" pada tahun 2009.
(fjo)
Lihat Juga :