Dua Tantangan Indonesia untuk Kembangkan Bisnis Gudang Karbon
Selasa, 12 September 2023 - 10:31 WIB
loading...
Indonesia menghadapi dua tantangan untuk menangkap dan menyimpan karbon. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengakui, terdapat dua tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS). Pertama, persoalan teknis karena penyimpanan karbon membutuhkan reservoir sebagai tempat menyimpan CO2.
Baca juga: Kenaikan Subsidi Konversi Motor Listrik Jadi Rp10 Juta Tergantung Bahan Baku
Nantinya, CO2 akan disimpan selamanya di reservoir tersebut. Namun, pada lapisan bawah reservoir terdapat air yang disebut akuifer.
Ketika CO2 dan air berhubungan, lama-lama akan memunculkan sifat korosif. Dengan demikian, tantangannya adalah memastikan tidak terjadi kebocoran setelah CO2 diinjeksikan ke reservoir.
"Karena CO2 berhubungan dengan air, itu jadi korosif, bisa bocor nanti. Jadi tantangan teknisnya terbesar itu. Perlu menjamin bahwa setelah diinjeksikan tidak bocor," jelasnya, dikutip Selasa (12/9/2023).
Tantangan kedua yaitu masalah keekonomian lantaran teknologi injeksi CO2 biasanya membutuhkan biaya yang lebih mahal. Dalam pengembangan teknologi CCS perlu memikirkan upaya menekan biaya injeksi CO2 agar lebih ekonomis, namun kualitasnya tetap terjaga guna menjamin tidak terjadi kebocoran.
"Nah gimana supaya ini bisa tetap ekonomis. Kalau diperlukan, pemerintah akan evaluasi untuk diberikan insentif," imbuhnya.
Baca juga: Kenaikan Subsidi Konversi Motor Listrik Jadi Rp10 Juta Tergantung Bahan Baku
Nantinya, CO2 akan disimpan selamanya di reservoir tersebut. Namun, pada lapisan bawah reservoir terdapat air yang disebut akuifer.
Ketika CO2 dan air berhubungan, lama-lama akan memunculkan sifat korosif. Dengan demikian, tantangannya adalah memastikan tidak terjadi kebocoran setelah CO2 diinjeksikan ke reservoir.
"Karena CO2 berhubungan dengan air, itu jadi korosif, bisa bocor nanti. Jadi tantangan teknisnya terbesar itu. Perlu menjamin bahwa setelah diinjeksikan tidak bocor," jelasnya, dikutip Selasa (12/9/2023).
Tantangan kedua yaitu masalah keekonomian lantaran teknologi injeksi CO2 biasanya membutuhkan biaya yang lebih mahal. Dalam pengembangan teknologi CCS perlu memikirkan upaya menekan biaya injeksi CO2 agar lebih ekonomis, namun kualitasnya tetap terjaga guna menjamin tidak terjadi kebocoran.
"Nah gimana supaya ini bisa tetap ekonomis. Kalau diperlukan, pemerintah akan evaluasi untuk diberikan insentif," imbuhnya.
Lihat Juga :