Ekonom: Laju Dedolarisasi Meningkat 10 Kali Lipat Sejak Konflik Ukraina
Jum'at, 15 September 2023 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 4 Bukti Kegagalan Sanksi Barat bagi Rusia, Oligarki Tetap Kaya Raya dan Dukungan bagi Putin Sangat Solid
Dia menambahkan, menyimpan cadangan devisa dalam dolar AS sebelumnya selalu dianggap benar-benar aman hingga adanya langkah drastis tersebut. Hal itu, kata Jen, lantas membuat negara-negara BRICS semakin fokus pada penggunaan mata uang alternatif selain dolar AS.
Sementara, imbuh ekonom tersebut, sejak BRICS – yang saat ini terdiri dari Rusia, Brasil, India, China, dan Afrika Selatan, dan akan menambah 6 anggota baru pada tahun depan dengan masuknya Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Argentina, Mesir, dan Ethiopia, kekuatan ekonomi dari serikat tersebut menjadi berlipat ganda.
"Dengan mempertimbangkan daya beli, negara-negara BRICS saat ini menyumbang 32% dari output perekonomian global, dibandingkan dengan 30% yang dicakup oleh negara-negara G7," tuturnya.
Dia menambahkan, menyimpan cadangan devisa dalam dolar AS sebelumnya selalu dianggap benar-benar aman hingga adanya langkah drastis tersebut. Hal itu, kata Jen, lantas membuat negara-negara BRICS semakin fokus pada penggunaan mata uang alternatif selain dolar AS.
Sementara, imbuh ekonom tersebut, sejak BRICS – yang saat ini terdiri dari Rusia, Brasil, India, China, dan Afrika Selatan, dan akan menambah 6 anggota baru pada tahun depan dengan masuknya Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Argentina, Mesir, dan Ethiopia, kekuatan ekonomi dari serikat tersebut menjadi berlipat ganda.
"Dengan mempertimbangkan daya beli, negara-negara BRICS saat ini menyumbang 32% dari output perekonomian global, dibandingkan dengan 30% yang dicakup oleh negara-negara G7," tuturnya.
(fjo)
Lihat Juga :