IFG Butuh Rp8,1 T Buat Selesaikan Pengalihan Polis Jiwasraya, Dari Mana Duitnya?

Senin, 18 September 2023 - 14:22 WIB
loading...
IFG Butuh Rp8,1 T Buat...
Total anggaran untuk menyelesaikan pengalihan polis dari PT Jiwasraya (Persero) ke IFG Life pada 2023 diproyeksikan mencapai Rp8,1 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Total anggaran untuk menyelesaikan pengalihan polis dari PT Jiwasraya (Persero) ke PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ) tahun ini mencapai Rp8,1 triliun. Angka ini disampaikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada Komisi XI DPR RI.

Baca Juga: Langkah Pemerintah Selesaikan Restrukturisasi Jiwasraya dengan PMN Dinilai Positif

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Rionald Silaban mengatakan, perkiraan dana yang dibutuhkan tersebut berdasarkan perhitungan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau Indonesia Financial Group, selaku induk usaha IFG Life, dan konsultan keuangan. Perhitungan itu lalu diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Berdasarkan perhitungan bersama antara BPUI, kemudian konsultan keuangan, kemudian diverifikasi BPKP, dan juga perkiraan proyeksi bukunya, maka diperkirakan dana sebesar Rp8,1 triliun bagi IFG Life untuk menyelesaikan pengalihan polis pada tahun 2023,” ungkap Rionald saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (18/9/2023).

Baca Juga: Sinergi Dua Anak Perusahaan BUMN untuk Optimalisasi Aset

Untuk memenuhi kebutuhan dana senilai Rp8,1 triliun pada 2023, pemerintah perlu menggelontorkan anggaran triliunan rupiah yang dapat dicairkan tahun hingga tahun depan. Rionald menyebut anggaran pengalihan polis ke IFG Life sudah diajukan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun ini yang mencapai Rp3 triliun. Lalu, PMN Tahun anggaran 2024 sebesar Rp3,56 triliun.

Sementara, sisa dana yang diperlukan senilai Rp1,45 triliun bisa diperoleh melalui penggalanggan alias fundraising yang diselenggarakan Indonesia Financial Group.

“Di mana angka Rp8,1 triliun tersebut nanti pemenuhannya Rp3 triliun dari (PMN) 2023, kemudian Rp3,56 triliun melalui PMN 2024. dan Rp1,45 triliun melalui fundraising yang dilakukan oleh PT BPUI,” ucapnya.

Menurutnya, dengan tambahan PMN 2023-2024 diharapkan IFG Life bisa menyelesaikan pengalihan polis yang telah direstrukturisasi dan masih tertinggal di Jiwasraya. Bahkan, suntikan dana segar itu bisa memenuhi Risk Based Capital atau RBC yang minimumnya adalah 120 persen.

“Untuk menjaga nilai liabilitas yang dialihkan agar bisa sesuai dengan asumsi, maka memang dilakukan akselerasi pencairan PMN, itulah sebabnya kami mengajukan pendalaman PMN untuk 2024 di hari ini, sehingga pendalaman dapat diselesaikan, kami akan segera mengurus ketentuannya dan mudah-mudahan ini bisa, untuk PMN 2024, itu bisa dicairkan di awal tahun, sehingga bisa memenuhi RBC minimum yang harus dipenuhi BPUI,” tutur dia.

Hingga 30 Juni 2023 masih terdapat polis yang belum dialihkan dari Jiwasraya kepada IFG Life dengan nilai Rp7,44 triliun. “Adapun terhadap polis-polis ini telah selesai dan ikut dalam restrukturisasi,” kata Rionald

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan akan melakukan negosiasi dengan 1% eks pemegang polis Jiwasraya yang menolak skema restrukturisasi yang disodorkan Kementerian BUMN. Padahal, 99% lainnya sudah menerima skema tersebut.

Skema restrukturisasi yang dimaksud berupa pengalihan eks pemegang polis ke IFG Life. Di mana, dalam tahap penyelamatan ini, IFG Life melakukan bail-in dan transfer terhadap polis Jiwasraya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
IFG Life Siap Bayar...
IFG Life Siap Bayar Klaim Rp7,5 Triliun ke 94.793 Nasabah Eks-Jiwasraya
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Uji Materi Pasal 304...
Uji Materi Pasal 304 KUHD terkait Klaim Asuransi Didaftarkan ke MK
Sidang Putusan Jiwasraya:...
Sidang Putusan Jiwasraya: Isa Rachmatarwata Dijatuhi Hukuman 1,5 Tahun
Mantan Dirjen Kemenkeu...
Mantan Dirjen Kemenkeu Isa Rachmatarwata Divonis 1,5 Tahun Penjara terkait Kasus Jiwasraya
Rekomendasi
Pinkan Mambo dan Arya...
Pinkan Mambo dan Arya Khan Bikin Geger dengan Resepsi Pernikahan Super Mewah di Mal
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Berita Terkini
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved