Target Pertumbuhan Ekonomi 6,1% Tahun 2018 Terlalu Ambisius

Sabtu, 20 Mei 2017 - 13:06 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi...
Target Pertumbuhan Ekonomi 6,1% Tahun 2018 Terlalu Ambisius
A A A
JAKARTA - Rapat paripurna RAPBN 2018 baru-baru ini yang membahas target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4%-6,1%, dinilai terlalu ambisius dan boleh dibilang tidak realistis.

Ekonom Institute for Development on Economic and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian menilai, Pemerintahan Jokowi-JK memang sering kali memasang target yang tidak realistis. Selain itu, Pemerintah juga berulang kali gagal dalam mencapai apa yang telah dijanjikan dan ditargetkan.

"Sebagai contoh, dulu ketika masa kampanye 2014, Jokowi-JK dengan suara lantang dan yakin menjanjikan akan membawa perekonomian Indonesia di atas 7%, padahal di kala itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya di kisaran 4%," ujar dia kepada Koran SINDO, Sabtu (20/5/2017).

Faktanya, hingga saat ini perekonomian hanya tumbuh 4%-5%, bahkan dalam setahun pertama bahkan hanya di bawah 5%. Contoh kedua adalah ketika rezim Jokowi-JK menetapkan penerimaan negara, khususnya dari penerimaan pajak, begitu ambisius dan tinggi pada 2015-2016.

Padahal, kita ketahui bersama ketika itu harga minyak sedang jatuh, sedangkan penerimaan pajak stagnan. "Alhasil konsekuensi target asal tembak seperti ini justru membuat Pemerintah kesulitan sendiri, terlilit sarung sendiri," kata Dzul.

Dia melanjutkan, lantaran target penerimaan negara yang tidak realistis, kemudian muncullah kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang telah menyakiti rasa keadilan sosial masyarakat, dimana para pengemplang pajak justru diberi karpet merah, diberikan privilege.

Terlebih, bahwa kebijakan tax amnesty ini bisa dibilang gagal karena apa yang didapatkan cukup jauh dari apa yang diekspektasikan dan ditargetkan di awal.

"Padahal jika Pemerintah mau belajar dari negara-negara lain, jelas kebijakan pengampunan pajak secara umum tidak efektif untuk menggenjot penerimaan pajak," cetusnya.

Selain itu, perlu dicatat pula bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sulit bagi perekonomian Indonesia tumbuh di atas 5%. Baru tahun lalu ekonomi kita tumbuh sangat tipis di atas 5%.

"Tahun ini (2017), saya prediksi perekonomian nasional juga hanya diprediksi tumbuh di kisaran 5,1-5,3 persen. Sedangkan, tahun depan saya prediksi pertumbuhan ekonomi hanya di kisaran 5,2-5,4 persen. Menurut saya ini target yang lebih realistis tetapi tetap optimis dan tidak terkesan pesimis," beber dia.

Dia juga mempertanyakan mengapa rentang target yang ditargetkan Pemerintah begitu jauh, selisihnya 0,7%.

Menurut dia, ini sangat besar dan signifikan untuk ukuran indikator makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi. Besarnya rentang ini justru mengindikasikan bahwa Pemerintah tidak memiliki target dan strategi yang jelas dan spesifik dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.

"Oleh karena itu, saya usul sebaiknya Pemerintah memikir ulang kembali target pertumbuhan ekonominya dalam RAPBN 2018 ini, bukan hanya demi kebaikan kita bersama tapi juga menjaga kredibilitas Pemerintah di mata publik domestik dan internasional," tukasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
IMF: Pertumbuhan Ekonomi...
IMF: Pertumbuhan Ekonomi dan PDB RI Tembus Rp22,729 Triliun
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
28 menit yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
34 menit yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
1 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
2 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
2 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
3 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved