Potensi Panas Bumi Melimpah, PLN: Backbone Sistem Kelistrikan Masa Depan
Sabtu, 23 September 2023 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
Vice President New Renewable Energy Operational and Maintenance Planning and Control PLN Indonesia Power (IP) Wasis Jati Waskitho mengatakan, PLN Indonesia Power sebagai subholding dari PLN Group saat ini mengelola 575 megawatt (MW) atau 24% dari 2,3 gigawatt (GW) energi panas bumi yang sudah dikembangkan di Indonesia.
Baca Juga: Pakar: NATO Bantu Ukraina Serang Markas Armada Laut Hitam Rusia di Sevastopol
PLN IP mengelola pembangkit panas bumi milik PLN di seluruh Indonesia mulai dari PLTP Ulubelu di Tanggamus Lampung, PLTP Gunung Salak di Bogor, PLTP Kamojang di Kabupaten Bandung, PLTP Darajat di Garut, PLTP Lahendong di Manado, Sulawesi Utara dan PLTP Ulumbu di Nusa Tenggara Timur. "Seluruh pembangkit geothermal yang dikelola PLN IP mempunyai capacity factor mencapai hampir 90% atau paling tinggi dibandingkan pembangkit EBT lainnya," ucap Wasis.
Terkait pengembangan panas bumi, Wasis menegaskan bahwa PLN IP siap mendukung upaya pemerintah yang telah menetapkan wilayah kerja panas bumi (WKP) sebagai bagian pemetaaan potensi geothermal di Indonesia. Di antaranya, Danau Ranau di Sumatera Selatan dan Lampung Barat (20 MW); Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat (2x20 MW); Gunung Ungaran, Jawa Tengah (55 MW); Kepahiang, Bengkulu (2x55 MW); Oka Ile Ange, NTT (2x5 MW); Gunung Sirung, NTT (5 MW); Tulehu, Maluku Tengah (2x10 MW); Atadei (2x5 MW) di Nusa Tenggara Timur, serta Songa Wayaua di Halmahera Selatan (2x5 MW).
"Ini adalah potensi-potensi yang sudah dipetakan dan akan dilaksanakan beberapa tahun mendatang. Studinya sudah ada dan potensinya sangat banyak. Perencanaan ke depan di seluruh Indonesia hampir semuanya ada," tandasnya.
Baca Juga: Pakar: NATO Bantu Ukraina Serang Markas Armada Laut Hitam Rusia di Sevastopol
PLN IP mengelola pembangkit panas bumi milik PLN di seluruh Indonesia mulai dari PLTP Ulubelu di Tanggamus Lampung, PLTP Gunung Salak di Bogor, PLTP Kamojang di Kabupaten Bandung, PLTP Darajat di Garut, PLTP Lahendong di Manado, Sulawesi Utara dan PLTP Ulumbu di Nusa Tenggara Timur. "Seluruh pembangkit geothermal yang dikelola PLN IP mempunyai capacity factor mencapai hampir 90% atau paling tinggi dibandingkan pembangkit EBT lainnya," ucap Wasis.
Terkait pengembangan panas bumi, Wasis menegaskan bahwa PLN IP siap mendukung upaya pemerintah yang telah menetapkan wilayah kerja panas bumi (WKP) sebagai bagian pemetaaan potensi geothermal di Indonesia. Di antaranya, Danau Ranau di Sumatera Selatan dan Lampung Barat (20 MW); Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat (2x20 MW); Gunung Ungaran, Jawa Tengah (55 MW); Kepahiang, Bengkulu (2x55 MW); Oka Ile Ange, NTT (2x5 MW); Gunung Sirung, NTT (5 MW); Tulehu, Maluku Tengah (2x10 MW); Atadei (2x5 MW) di Nusa Tenggara Timur, serta Songa Wayaua di Halmahera Selatan (2x5 MW).
"Ini adalah potensi-potensi yang sudah dipetakan dan akan dilaksanakan beberapa tahun mendatang. Studinya sudah ada dan potensinya sangat banyak. Perencanaan ke depan di seluruh Indonesia hampir semuanya ada," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :