EIB Siap Gelontorkan Rp16,38 Triliun Danai Proyek Transportasi Umum di Jakarta
Sabtu, 23 September 2023 - 19:25 WIB
loading...
Head of European Investment Bank Group for Southeast Asia and Pacific Sunita Lukhoo menegaskan komitmen pembiayaan sebesar 1 miliar euro untuk proyek moda transportasi umum di DKI. Foto/Suparjo R
A
A
A
JAKARTA - Bank Investasi Eropa (European Investment Bank/EIB) siap menggelontorkan dana hingga 1 miliar euro atau setara Rp16,38 triliun untuk mendanai proyek moda transportasipublikdi DKI Jakarta. Komitmen pembiayaan tersebut dikemukakan Head of European Investment Bank Group for Southeast Asia and Pacific Sunita Lukhoo kepada PT MRT Jakarta.
"Kami telah berbicara dengan MRT Jakarta, kami telah berjanji memberikan 1 miliar (euro) untuk mendanai proyek-proyek besar. EIB telah berkomitmen untuk membiayai transportasi di Jakarta," ujar Sunita di Jakarta, Sabtu (23/9/2023).
Baca Juga: Jajal MRT Jakarta, Dubes Eropa Desak-desakan dengan Penumpang
Dia mengatakan, dukungan Bank Investasi Eropa tersebut diharapkan mengakselerasi peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Sunita mengatakan bahwa masyarakat Jakarta harus mengubah pola pikir terkait pilihan transportasi yang mereka gunakan.
"Kita harus mengubah pola pikir terhadap kendaraan, yaitu kendaraan roda dua, mobil pribadi, sudah tidak ramah lingkungan lagi. Kita harus beralih ke transportasi massal," ajaknya.
"Kami telah berbicara dengan MRT Jakarta, kami telah berjanji memberikan 1 miliar (euro) untuk mendanai proyek-proyek besar. EIB telah berkomitmen untuk membiayai transportasi di Jakarta," ujar Sunita di Jakarta, Sabtu (23/9/2023).
Baca Juga: Jajal MRT Jakarta, Dubes Eropa Desak-desakan dengan Penumpang
Dia mengatakan, dukungan Bank Investasi Eropa tersebut diharapkan mengakselerasi peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Sunita mengatakan bahwa masyarakat Jakarta harus mengubah pola pikir terkait pilihan transportasi yang mereka gunakan.
"Kita harus mengubah pola pikir terhadap kendaraan, yaitu kendaraan roda dua, mobil pribadi, sudah tidak ramah lingkungan lagi. Kita harus beralih ke transportasi massal," ajaknya.
Lihat Juga :