Indonesia Akan Beri Bantuan ke Negara Kepulauan untuk Penanganan Iklim
Senin, 25 September 2023 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
"Kita akan sharing banyak pengalaman, bagaimana success story Indonesia menghadapi krisis Covid-19, iklim, dan macam-macam," kata Luhut.
Salah satu contoh bantuan konkret yang akan diberikan Indonesia adalah bantuan untuk mengatasi sampah laut, seperti pembangunan infrastruktur pengolahan sampah dan edukasi masyarakat. Selain itu, Indonesia juga akan berbagi pengalaman dalam merestorasi hutan mangrove di bibir pantai.
Lebih jauh Luhut menyampaikan, keberanian Indonesia untuk mulai mengambil peran sebagai pemimpin dalam forum internasional seperti KTT AIS 2023 ini tentunya melewati banyak tantangan. Salah satunya adalah masalah kepercayaan diri dari dalam negeri.
Hal ini karena Indonesia merupakan negara berkembang dengan sumber daya yang terbatas. Selain itu, Indonesia juga khawatir akan adanya biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi pemimpin.
"Awalnya kita tidak percaya diri jadi leader, karena cost leadership harus sharing something," ucapnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Indonesia mulai menyadari bahwa potensi pada AIS Forum ini sangat besar. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, lebih dari 5%, Indonesia pun mulai memainkan peran strategisnya sebagai pemimpin untuk negara-negara kepulauan.
Salah satu contoh bantuan konkret yang akan diberikan Indonesia adalah bantuan untuk mengatasi sampah laut, seperti pembangunan infrastruktur pengolahan sampah dan edukasi masyarakat. Selain itu, Indonesia juga akan berbagi pengalaman dalam merestorasi hutan mangrove di bibir pantai.
Lebih jauh Luhut menyampaikan, keberanian Indonesia untuk mulai mengambil peran sebagai pemimpin dalam forum internasional seperti KTT AIS 2023 ini tentunya melewati banyak tantangan. Salah satunya adalah masalah kepercayaan diri dari dalam negeri.
Hal ini karena Indonesia merupakan negara berkembang dengan sumber daya yang terbatas. Selain itu, Indonesia juga khawatir akan adanya biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi pemimpin.
"Awalnya kita tidak percaya diri jadi leader, karena cost leadership harus sharing something," ucapnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Indonesia mulai menyadari bahwa potensi pada AIS Forum ini sangat besar. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, lebih dari 5%, Indonesia pun mulai memainkan peran strategisnya sebagai pemimpin untuk negara-negara kepulauan.
Lihat Juga :