Digempur Sentimen Obligasi AS dan Harga Minyak, Rupiah Hari Ini Kian Terkapar di Rp15.520
Rabu, 27 September 2023 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Situasi itu telah membuat imbal hasil Treasury AS melonjak dalam beberapa hari terakhir karena para pedagang menyesuaikan diri dengan kondisi moneter yang tetap ketat lebih lama dari perkiraan semula.
Sentimen eksternal lainnya yang membuat mata uang garuda loyo adalah kenaikan harga minyak mentah dunia akibat dihentikannya ekspor bahan bakar minyak (BBM) dari Rusia ke Eropa dan Inggris sehingga membuat harga bensin dan solar terus mengalami kenaikan. Apalagi sebentar lagi akan memasuki musim dingin yang ekstrim di November 2023 yang membuat harga-harga komoditas yang lainnya ikut merangkat naik dan akan berdampak terhadap inflasi inti.
“Begitu pula Indonesia yang saat ini masih melakukan impor minyak mentah sehingga kebutuhan dolar untuk impor minyak mentah terus meningkat akibat penguatan dolar,” kata Ibrahim.
Di sisi lain pemerintah juga mengantisipasi permintaan dolar yang cukup besar bersamaan akhir kuartal III-2023 ketika banyak perusahaan yang listing di bursa, baik BUMN ataupun swasta yang harus membagi deviden untuk investor.
Kendati demikian, BI menyatakan pelemahan ini terjadi sementara. Fundamental ekonomi dalam negeri yang semakin membaik akan mendorong penguatan rupiah ke depannya.
Sentimen eksternal lainnya yang membuat mata uang garuda loyo adalah kenaikan harga minyak mentah dunia akibat dihentikannya ekspor bahan bakar minyak (BBM) dari Rusia ke Eropa dan Inggris sehingga membuat harga bensin dan solar terus mengalami kenaikan. Apalagi sebentar lagi akan memasuki musim dingin yang ekstrim di November 2023 yang membuat harga-harga komoditas yang lainnya ikut merangkat naik dan akan berdampak terhadap inflasi inti.
“Begitu pula Indonesia yang saat ini masih melakukan impor minyak mentah sehingga kebutuhan dolar untuk impor minyak mentah terus meningkat akibat penguatan dolar,” kata Ibrahim.
Di sisi lain pemerintah juga mengantisipasi permintaan dolar yang cukup besar bersamaan akhir kuartal III-2023 ketika banyak perusahaan yang listing di bursa, baik BUMN ataupun swasta yang harus membagi deviden untuk investor.
Kendati demikian, BI menyatakan pelemahan ini terjadi sementara. Fundamental ekonomi dalam negeri yang semakin membaik akan mendorong penguatan rupiah ke depannya.
Lihat Juga :