PLN IP dan KLHK Lepasliarkan Elang Jaga Keanekaragaman Hayati
Kamis, 28 September 2023 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Sigit Reliantoro mengatakan satwa langka seperti halnya elang jawa dan elang ular bido sudah seharusnya mendapatkan perhatian semua kalangan, karena berdampak pada kelestarian ekosistem dan terjaganya rantai makanan di alam.
"Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini harus kita jaga kelestarian alamnya. Tempat ini merupakan pusat untuk habitat elang. Dengan pelepasliaran elang diharapkan dapat menjaga kelestarian ekosistem dan rantai makanan pada alam. Terlebih elang adalah satwa yang terancam punah, semoga dengan pelepasan pada habitat yang alami ini elang bisa berkembang biak dan lestari," ujarnya.
Baca Juga: PLN Libatkan Masyarakat untuk Kembangkan Ekosistem Biomassa
Sebagai informasi, kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (26/9/2023), dilepasliarkan elang jawa dan elang ular bido yang telah direhabilitasi masing-masing 17 dan 2 bulan. Untuk elang jawa, yang diberi nama Yumna, merupakan elang jawa dengan warna bulu cokelat kemerahan yang habitat utamanya berada di hutan hujan primer.
Sedangkan, elang ular bido yang diberi nama Reni, memiliki ciri warna gelap serta memiliki kulit tanpa bulu berwarna kuning di sekitar mata dan paruh juga di bagian kakinya. Elang jenis ular bido ini terdapat di hutan, perkebunan, dan padang rumput dengan ketinggian 700 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.
"Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini harus kita jaga kelestarian alamnya. Tempat ini merupakan pusat untuk habitat elang. Dengan pelepasliaran elang diharapkan dapat menjaga kelestarian ekosistem dan rantai makanan pada alam. Terlebih elang adalah satwa yang terancam punah, semoga dengan pelepasan pada habitat yang alami ini elang bisa berkembang biak dan lestari," ujarnya.
Baca Juga: PLN Libatkan Masyarakat untuk Kembangkan Ekosistem Biomassa
Sebagai informasi, kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (26/9/2023), dilepasliarkan elang jawa dan elang ular bido yang telah direhabilitasi masing-masing 17 dan 2 bulan. Untuk elang jawa, yang diberi nama Yumna, merupakan elang jawa dengan warna bulu cokelat kemerahan yang habitat utamanya berada di hutan hujan primer.
Sedangkan, elang ular bido yang diberi nama Reni, memiliki ciri warna gelap serta memiliki kulit tanpa bulu berwarna kuning di sekitar mata dan paruh juga di bagian kakinya. Elang jenis ular bido ini terdapat di hutan, perkebunan, dan padang rumput dengan ketinggian 700 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.
(nng)
Lihat Juga :