MedcoEnergi Cetak Laba USD119 Juta di Semester I-2023
Selasa, 03 Oktober 2023 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
"IPO AMMN pada Juli 2023 juga sukses besar, dan percepatan ekspor sedang dilakukan untuk mengejar penundaan di semester pertama," imbuhnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, porsi laba bersih MedcoEnergi dari AMMN untuk periode ini sebesar USD27 juta, turun sebesar USD103 juta dibandingkan semester I-2022. Hal ini akibat penundaan penjualan tembaga dan emas selama empat bulan dikarenakan perolehan izin ekspor yang tertunda.
"Produksi dilanjutkan lebih cepat dari ekspektasi setelah hujan berkepanjangan dan AMMN berharap dapat mencapai atau melampaui panduan produksi tahun 2023," tuturnya. Sementara itu, untuk pembangunan smelter, dipastikan berjalan sesuai jadwal dengan target penyelesaian di atas 70% di Desember.
Untuk minyak dan gas, lanjut dia, MedcoEnergi mencatatkan produksi pada periode yang sama sebesar 162 mboepd, atau naik 6% (yoy). Namun, harga rata-rata minyak dan gas masing-masing adalah USD75,2 per barel dan USD7,2 per mmbtu, turun sebesar USD29,1 per barel jika dibandingkan dengan 2022 yang sebesar USD104,4 per barel. Sedangkan biaya produksi tercatat sebesar USD7,4 per barel.
Di sektor ketenagalistrikan, penjualan ketenagalistrikan dari PT Medco Power Indonesia tercatat mencapai 2,003 GWh, meningkat 8% (yoy) dengan tambahan kontribusi dari fasilitas IPP Riau 275 MW dan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sumbawa 26 MWp. Belanja modal di sektor ketenagalistrikan disebutkan sebesar USD28 juta, yang terutama digunakan untuk pengembangan proyek geothermal Ijen.
Lebih lanjut dia menjelaskan, porsi laba bersih MedcoEnergi dari AMMN untuk periode ini sebesar USD27 juta, turun sebesar USD103 juta dibandingkan semester I-2022. Hal ini akibat penundaan penjualan tembaga dan emas selama empat bulan dikarenakan perolehan izin ekspor yang tertunda.
"Produksi dilanjutkan lebih cepat dari ekspektasi setelah hujan berkepanjangan dan AMMN berharap dapat mencapai atau melampaui panduan produksi tahun 2023," tuturnya. Sementara itu, untuk pembangunan smelter, dipastikan berjalan sesuai jadwal dengan target penyelesaian di atas 70% di Desember.
Untuk minyak dan gas, lanjut dia, MedcoEnergi mencatatkan produksi pada periode yang sama sebesar 162 mboepd, atau naik 6% (yoy). Namun, harga rata-rata minyak dan gas masing-masing adalah USD75,2 per barel dan USD7,2 per mmbtu, turun sebesar USD29,1 per barel jika dibandingkan dengan 2022 yang sebesar USD104,4 per barel. Sedangkan biaya produksi tercatat sebesar USD7,4 per barel.
Di sektor ketenagalistrikan, penjualan ketenagalistrikan dari PT Medco Power Indonesia tercatat mencapai 2,003 GWh, meningkat 8% (yoy) dengan tambahan kontribusi dari fasilitas IPP Riau 275 MW dan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sumbawa 26 MWp. Belanja modal di sektor ketenagalistrikan disebutkan sebesar USD28 juta, yang terutama digunakan untuk pengembangan proyek geothermal Ijen.
Lihat Juga :