Bukan dari China, Indonesia Mau Bikin Kereta Cepat Merah Putih
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Agus mengatakan bahwa saat ini riset tersebut sudah selesai. Adapun lingkup riset rancang bangun dan proyotyping Kereta Cepat Merah Putih ini termasuk pengerjaan desain envelope cabin dan kokpit, studi human factors engineering dan ergonomics, pengujian aerodinamis, serta perancangan dan pengujian struktur carbody.
Ia menjelaskan bahwa dengan Kereta Cepat Merah Putih ini perjalanan Jakarta-Surabaya dapat ditempuh selama 3 jam 40 menit. Meski begitu ia tidak menjelaskan lebih detail berapa kecepatan kereta ini.
"Jadi Argo Bromo itu sekarang dengan kecepatan 80 hingga 120 km/jam Jakarta-Surabya yang sebelumnya 12 jam 13 jam sekarang bisa ditempuh dengan 8 jam. Dengan kereta cepat ini seandainya nanti ini diimplementasikan itu bisa ditempuh dalam waktu 3 jam 40 menit," katanya.
Baca Juga: Membandingkan Tarif Whoosh dengan Kereta Cepat di China, Mahal Mana?
Agus mengatakan nantinya jika pengembangan ini berhasil dijalankan, maka industri kereta api Indonesia tidak akan lagi bergantung pada produk impor. "Misalnya kursi kereta api ya yang sekarang ini kelas eksekutif kita masih banyak impor, sleeper seat banyak impor kita sudah bisa bikin dalam negeri," katanya.
Ia menjelaskan bahwa dengan Kereta Cepat Merah Putih ini perjalanan Jakarta-Surabaya dapat ditempuh selama 3 jam 40 menit. Meski begitu ia tidak menjelaskan lebih detail berapa kecepatan kereta ini.
"Jadi Argo Bromo itu sekarang dengan kecepatan 80 hingga 120 km/jam Jakarta-Surabya yang sebelumnya 12 jam 13 jam sekarang bisa ditempuh dengan 8 jam. Dengan kereta cepat ini seandainya nanti ini diimplementasikan itu bisa ditempuh dalam waktu 3 jam 40 menit," katanya.
Baca Juga: Membandingkan Tarif Whoosh dengan Kereta Cepat di China, Mahal Mana?
Agus mengatakan nantinya jika pengembangan ini berhasil dijalankan, maka industri kereta api Indonesia tidak akan lagi bergantung pada produk impor. "Misalnya kursi kereta api ya yang sekarang ini kelas eksekutif kita masih banyak impor, sleeper seat banyak impor kita sudah bisa bikin dalam negeri," katanya.
(nng)
Lihat Juga :