Geliat Industri Wisata Diharapkan Jadi Tulang Punggung Pemulihan Ekonomi
Selasa, 04 Agustus 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
BPS pun merilis kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Juni 2020 sebanyak 160.300 kunjungan atau turun 2,06% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 88,82% dibandingkan Juni 2019. Walhasil, secara kumulatif Januari—Juni 2020, kunjungan wisman mencapai 3,08 juta atau turun 59,96% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 7,72 juta kunjungan.
Kepala BPS Suhariyanto mengakui, pandemi Covid-19 ini memang memberikan dampak yang luar biasa terhadap kunjungan wisman. Dampak ini sudah terjadi sejak Februari 2020 dan untuk recovery mungkin butuh waktu panjang. Meski demikian, pelonggaran PSBB dan dibukanya beberapa destinasi pariwisata nasional berdampak besar terharap kinerja moda transportasi, baik udara, darat, kereta api, dan laut. Pada Juni 2020, angkutan udara terjadi peningkatan hingga 791,38% dibandingkan bulan Mei.
“Angkutan udara pada Juni mulai bergeliat. Penerbangan domestik di Juni 2020 meningkat menjadi 0,78 juta orang, tadinya 0,09 juta di Mei, meningkat 791,38%,” kata Suhariyanto.
Menko Luhut juga mengatakan sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu bidang yang sangat diperhatikan pemerintah. Pasalnya, hal ini dianggap bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak dan menjadi menyumbang devisa yang besar bagi negara. Dia juga menekankan kepada semua stakeholder pariwisata di Bali, setelah dibuka kembali nantinya, sektor pariwisata membutuhkan kerja sama dan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan. (Lihat videonya: Seorang Bocah Jadi Korban begal di Depan rumahnya Sendiri)
Keputusan pemerintah membuka wisata di Bali untuk turis domestik turut diapresiasi asosiasi. Ketua Umum DPP Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Budi Ardiansyah mengatakan, saat ini yang dimungkinkan memang hanya wisatawan domestik karena antarnegara belum dimungkinkan. “Tapi, ini langkah yang kita apresiasi karena pariwisata juga menyangkut perekonomian yang harus diselamatkan,” kata Budi. (Kunthi Fahmar Sandy/Rina Anggraeni)
Kepala BPS Suhariyanto mengakui, pandemi Covid-19 ini memang memberikan dampak yang luar biasa terhadap kunjungan wisman. Dampak ini sudah terjadi sejak Februari 2020 dan untuk recovery mungkin butuh waktu panjang. Meski demikian, pelonggaran PSBB dan dibukanya beberapa destinasi pariwisata nasional berdampak besar terharap kinerja moda transportasi, baik udara, darat, kereta api, dan laut. Pada Juni 2020, angkutan udara terjadi peningkatan hingga 791,38% dibandingkan bulan Mei.
“Angkutan udara pada Juni mulai bergeliat. Penerbangan domestik di Juni 2020 meningkat menjadi 0,78 juta orang, tadinya 0,09 juta di Mei, meningkat 791,38%,” kata Suhariyanto.
Menko Luhut juga mengatakan sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu bidang yang sangat diperhatikan pemerintah. Pasalnya, hal ini dianggap bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak dan menjadi menyumbang devisa yang besar bagi negara. Dia juga menekankan kepada semua stakeholder pariwisata di Bali, setelah dibuka kembali nantinya, sektor pariwisata membutuhkan kerja sama dan kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan. (Lihat videonya: Seorang Bocah Jadi Korban begal di Depan rumahnya Sendiri)
Keputusan pemerintah membuka wisata di Bali untuk turis domestik turut diapresiasi asosiasi. Ketua Umum DPP Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Budi Ardiansyah mengatakan, saat ini yang dimungkinkan memang hanya wisatawan domestik karena antarnegara belum dimungkinkan. “Tapi, ini langkah yang kita apresiasi karena pariwisata juga menyangkut perekonomian yang harus diselamatkan,” kata Budi. (Kunthi Fahmar Sandy/Rina Anggraeni)
(ysw)
Lihat Juga :