Asmillah Bersyukur Pengobatan Cuci Darah Suaminya Dijamin JKN
Senin, 09 Oktober 2023 - 17:18 WIB
loading...
A
A
A
Asmilah menjelaskan, setelah dibawa ke rumah sakit dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis. Eko dinyatakan harus menjalani tindakan cuci darah dua kali dalam seminggu.
Apabila fungsi ginjal semakin menurun maka harus dilakukan tindakan cuci darah atau tranplantasi ginjal. Tindakan cuci darah atau hemodialisa merupakan salah satu cara untuk membantu organ ginjal tetap bisa bekerja dengan bantuan alat.
Meskipun alat hemodialisa tidak dapat menggantikan fungsi ginjal sepenuhnya. Tindakan tersebut dapat membantu kinerja ginjal untuk membuang zat sisa yang menjadi racun bagi tubuh.
Pada umumnya, seorang yang mengalami gagal ginjal kronik tahap lanjut akan membutuhkan satu sampai dengan tiga kali hemodialisa setiap minggunya, tergantung dari kondisi pasien dan fungsi ginjalnya. Tindakan ini berlangsung seumur hidup. Apabila tidak melakukan hemodialisis maka dapat muncul gejala seperti sesak napas, gelisah, hingga penurunan kesadaran.
“Untung saja kami sudah terdaftar sebagai peserta JKN secara mandiri aktif jadi biaya pelayanan semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jika tidak ada Program JKN, saya tidak tahu harus membayar pakai uang dari mana,” ujarnya.
Apabila fungsi ginjal semakin menurun maka harus dilakukan tindakan cuci darah atau tranplantasi ginjal. Tindakan cuci darah atau hemodialisa merupakan salah satu cara untuk membantu organ ginjal tetap bisa bekerja dengan bantuan alat.
Meskipun alat hemodialisa tidak dapat menggantikan fungsi ginjal sepenuhnya. Tindakan tersebut dapat membantu kinerja ginjal untuk membuang zat sisa yang menjadi racun bagi tubuh.
Pada umumnya, seorang yang mengalami gagal ginjal kronik tahap lanjut akan membutuhkan satu sampai dengan tiga kali hemodialisa setiap minggunya, tergantung dari kondisi pasien dan fungsi ginjalnya. Tindakan ini berlangsung seumur hidup. Apabila tidak melakukan hemodialisis maka dapat muncul gejala seperti sesak napas, gelisah, hingga penurunan kesadaran.
“Untung saja kami sudah terdaftar sebagai peserta JKN secara mandiri aktif jadi biaya pelayanan semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jika tidak ada Program JKN, saya tidak tahu harus membayar pakai uang dari mana,” ujarnya.
Lihat Juga :