Terbongkar! Mantan Penasihat Ungkap Alasan AS Ogah Investasi di RI

Selasa, 04 Agustus 2020 - 14:58 WIB
loading...
Terbongkar! Mantan Penasihat...
Former General Counsel of United States Agency for International Development (USAID) atau Mantan Penasihat Umum Lembaga Pengembangan Internasional Amerika Serikat (AS) John Gardner mengungkapkan penyebab perusahaan AS kesulitan berinvestasi di Indonesia.
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi di seluruh dunia terganggu, begitupun dengan pertumbuhan investasi di Indonesia. Former General Counsel of United States Agency for International Development (USAID) atau Mantan Penasihat Umum Lembaga Pengembangan Internasional Amerika Serikat (AS) John Gardner mengungkapkan penyebab perusahaan AS kesulitan berinvestasi di Indonesia.

(Baca Juga: Bahlil Buka-bukaan, Ada Hantu di Pembiayaan Izin Amdal )

Hal ini dikarenaka banyaknya regulasi di pemerintahan yang harus dilalui para investor agar mendapatkan izin menanamkan modal. "Sebuah data menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia tidak mendukung perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di Indonesia, kalau mau dilihat seperti ini kita mau investasi tapi harus izin kesini lalu ada lagi perizinannya kesini," ujar Gardner dalam webinar, Selasa (4/8/2020).

Dia mengatakan, adanya pengurangan regulasi dan pemetaan rantai pasok adalah kunci agar Indonesia dapat bersaing dengan negara kompetitor. Dua hal ini akan memberi kepastian pada investor dan supplier sekaligus meningkatkan kemudahan berbisnis di Indonesia.

(Baca Juga: Bos BKPM Ngeluh, Upah Pekerja RI Mahal Bikin Investasi Asing Seret )

"Indonesia dapat memanfaatkan momen ini untuk menarik lebih banyak investor asing. Tawarkan nilai proposisi baru bagi Investor asing dengan risiko dan biaya produksi yang lebih rendah,” katanya.

Sambung Gardner menambahhkan, Indonesia memiliki beberapa tantangan untuk mewujudkan hal tersebut. Menurutnya, regulasi pemerintah dan daerah masih menghambat kemudahan berbisnis di Indonesia. Untuk itu, ia menyarankan agar Indonesia bergerak cepat dalam menangani hal ini.

“Kemudahan berbisnis di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara kompetitor akibat regulasi. Saya menyarankan agar Indonesia bergerak lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan ini,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Aturan Baru Kartu SIM...
Aturan Baru Kartu SIM Wajib Verifikasi Wajah, Ini Kata Pakar Perlindungan Data
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved