Kemiskinan Menurun, Begini Kinerja Ganjar Pranowo Atasi Kemiskinan
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Ganjar mengaku menaruh harapan besar agar inisiatif ini bisa berskala nasional. Namun agar hal ini bisa terwujud, struktur politik di pemerintahan harus bekerja sama satu sama lain. "Maka bila anggaran negara bisa dioptimalkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya," pungkas mantan Gubernur Jawa Tengah itu.
Di bawah arahan Ganjar, angka kemiskinan di Jawa Tengah cenderung menurun baik secara angka absolut maupun persentase, meskipun tingkat pengurangannya tidak terlalu tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 3,87 juta penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2018 atau sebelum Ganjar dengan rasio 11,19%.
Hingga September 2022, empat tahun setelah Ganjar menjabat, 3,86 juta orang di Jawa Tengah tergolong miskin. Tingkat kemiskinan menurun menjadi 10,98%. Selama empat tahun, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 100.000 orang. Tingkat kemiskinan turun sebesar 0,21%.
Jawa Tengah memiliki tingkat kemiskinan yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara secara keseluruhan, yaitu pada September 2022 sebesar 9,57%. Selain itu, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi di Pulau Jawa sebesar 8,67%. Kabupaten Brebes yang berpenduduk 290,66 ribu jiwa dan tingkat kemiskinan 16,05% merupakan wilayah termiskin. Semarang memiliki persentase penduduk miskin terendah, yaitu 4,34 juta jiwa, dengan tingkat kemiskinan 4,25%.
Pandemi Covid-19 menyebabkan lonjakan angka kemiskinan yang signifikan pada tahun 2020. Diperkirakan terdapat 3,98 juta orang di Jawa Tengah pada September 2020 dengan angka kemiskinan sebesar 11,84%. Indeks keparahan kemiskinan di Jawa Tengah berada jauh di atas rata-rata nasional. Distribusi pengeluaran di kalangan masyarakat miskin digambarkan dengan indeks keparahan kemiskinan.
Kesenjangan pengeluaran antara masyarakat miskin meningkat seiring dengan nilai indeks.
Di bawah arahan Ganjar, angka kemiskinan di Jawa Tengah cenderung menurun baik secara angka absolut maupun persentase, meskipun tingkat pengurangannya tidak terlalu tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 3,87 juta penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2018 atau sebelum Ganjar dengan rasio 11,19%.
Hingga September 2022, empat tahun setelah Ganjar menjabat, 3,86 juta orang di Jawa Tengah tergolong miskin. Tingkat kemiskinan menurun menjadi 10,98%. Selama empat tahun, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 100.000 orang. Tingkat kemiskinan turun sebesar 0,21%.
Jawa Tengah memiliki tingkat kemiskinan yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara secara keseluruhan, yaitu pada September 2022 sebesar 9,57%. Selain itu, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi di Pulau Jawa sebesar 8,67%. Kabupaten Brebes yang berpenduduk 290,66 ribu jiwa dan tingkat kemiskinan 16,05% merupakan wilayah termiskin. Semarang memiliki persentase penduduk miskin terendah, yaitu 4,34 juta jiwa, dengan tingkat kemiskinan 4,25%.
Pandemi Covid-19 menyebabkan lonjakan angka kemiskinan yang signifikan pada tahun 2020. Diperkirakan terdapat 3,98 juta orang di Jawa Tengah pada September 2020 dengan angka kemiskinan sebesar 11,84%. Indeks keparahan kemiskinan di Jawa Tengah berada jauh di atas rata-rata nasional. Distribusi pengeluaran di kalangan masyarakat miskin digambarkan dengan indeks keparahan kemiskinan.
Kesenjangan pengeluaran antara masyarakat miskin meningkat seiring dengan nilai indeks.
Lihat Juga :