Layanan Digital Bikin Laba OCBC NISP Naik di Saat Pandemi
Selasa, 04 Agustus 2020 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, secara keseluruhan nilai transaksi di e-channel Bank OCBC NISP meningkat 69% YoY hingga Juni 2020. Total pengguna internet banking dan ONe Mobile-mobile banking dari Bank OCBC NISP-masing-masing meningkat lebih dari 45% YoY.
"Nilai transaksi di ONe Mobile meningkat dua kali lipat, sementara frekuensinya bertumbuh sebesar 69%,” tambahnya.
Dengan beragam perubahan dan penyesuaian operasional bisnis, Bank OCBC NISP tetap menjalankan fungsi intermediasi. Pada akhir Juni 2020, Bank OCBC NISP menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp135,3 triliun atau tumbuh sebesar 4%. Sementara, penyaluran kredit bank mencapai Rp117,6 triliun.
Di tengah kontraksi ekonomi nasional, Bank OCBC NISP mempertahankan rasio NPL (non-performing loan) net sebesar 0,9% dan bruto sebesar 1,8%. Kondisi perekonomian Indonesia yang melambat karena pandemi COVID-19, turut mempengaruhi permintaan kredit.
“Kesehatan keuangan bank masih terjaga pada kuartal II 2020, terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) yang berada pada level 20,7% dan rasio ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban (liquidity coverage ratio) yang mencapai 170,1%” tutup Parwati.
"Nilai transaksi di ONe Mobile meningkat dua kali lipat, sementara frekuensinya bertumbuh sebesar 69%,” tambahnya.
Dengan beragam perubahan dan penyesuaian operasional bisnis, Bank OCBC NISP tetap menjalankan fungsi intermediasi. Pada akhir Juni 2020, Bank OCBC NISP menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp135,3 triliun atau tumbuh sebesar 4%. Sementara, penyaluran kredit bank mencapai Rp117,6 triliun.
Di tengah kontraksi ekonomi nasional, Bank OCBC NISP mempertahankan rasio NPL (non-performing loan) net sebesar 0,9% dan bruto sebesar 1,8%. Kondisi perekonomian Indonesia yang melambat karena pandemi COVID-19, turut mempengaruhi permintaan kredit.
“Kesehatan keuangan bank masih terjaga pada kuartal II 2020, terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) yang berada pada level 20,7% dan rasio ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban (liquidity coverage ratio) yang mencapai 170,1%” tutup Parwati.
(uka)
Lihat Juga :