Perkuat Investor dan Agen Distribusi Hadapi Tahun Politik lewat ISF 2023
Selasa, 17 Oktober 2023 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
“Menjadi pekerjaan rumah untuk kita semua, termasuk seluruh investment specialist yang hadir pada hari ini untuk senantiasa mendukung meningkatkan literasi keuangan serta memperkecil indeks gap antara literasi dan Inklusi keuangan di Indonesia, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan akses layanan jasa keuangan, namun mendapatkan pengetahuan atau keyakinan yang lebih baik tentang lembaga serta produk keuangan yang digunakan masyarakat,” tambah Frederica.
Walaupun rupiah terdepresiasi -0.8% Year-to-Date (YTD) per 11 Oktober, rupiah masih outperform dibandingkan mata uang ASEAN lainnya, seperti Phillipine Peso, Thai Bhat, Malaysia Ringgit. Lebih lanjut, seiring makin mendekati tanggal pencalonan calon presiden & calon wakil presiden pada tanggal 19 Oktober, kegiatan pemilu di dalama masyarakat akan semakin meningkat dan memberikan dorongan positif terhadap pertumbuhan perekonomian di 4Q23.
Chief Economist PT BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto mengatakan, bahwa tren disinflasi dan semakin banyak Bank Sentral yang memilih untuk tidak menaikkan suku bunga terus berlanjut, maka perhatian utama akan difokuskan pada pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi dalam negeri, diperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun ini. Selain itu, periode pemilu akan memberikan dukungan terhadap konsumsi dalam negeri, yang dalam sejarahnya cenderung memberikan dampak positif bagi pasar saham dengan masuknya investor asing.
“Masuknya modal asing biasanya meningkat selama tahun pemilihan, sebuah tren yang harapkan akan terjadi kembali tahun depan. Namun, dampaknya terhadap pasar keuangan telah menjadi kurang terasa akibat volatilitas global, seperti yang telah terlihat selama pemilihan tahun 2019. Oleh karena itu, upaya berkelanjutan untuk menstimulasi pertumbuhan domestik dan menarik masuk modal, baik dalam bentuk portofolio maupun investasi langsung, akan tetap menjadi krusial di tahun 2024,” ujarnya.
“Kami melihat bahwa tahun Pemilihan Umum (Pemilu) di 2024 ini dapat mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi dan agregat konsumsi di Indonesia, hal ini mengingat pemilihan umum tahun depan tidak hanya untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang berpeluang terjadi dalam 2 putaran, namun juga pemilihan umum Legislatif dan Pemilihan Umum Kepala Daerah, yang mana pertama kalinya semua itu akan secara serentak dilakukan untuk periode 2024-2029,” ujarnya.
Proyeksi Makroekonomi Indonesia Jelang Tahun Politik
Memasuki semester II 2023 dan jelang memasuki tahun politik, kinerja makroekonomi di Indonesia masih berada pada posisi yang cukup baik dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Fiskal pemerintah berada pada surplus level +0.7% PDB pada akhir bulan Agustus. Hal ini memberikan ruang yang cukup buat pemerintah untuk memberikan stimulus di kuarta IV tahun 2023 ini.Walaupun rupiah terdepresiasi -0.8% Year-to-Date (YTD) per 11 Oktober, rupiah masih outperform dibandingkan mata uang ASEAN lainnya, seperti Phillipine Peso, Thai Bhat, Malaysia Ringgit. Lebih lanjut, seiring makin mendekati tanggal pencalonan calon presiden & calon wakil presiden pada tanggal 19 Oktober, kegiatan pemilu di dalama masyarakat akan semakin meningkat dan memberikan dorongan positif terhadap pertumbuhan perekonomian di 4Q23.
Chief Economist PT BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto mengatakan, bahwa tren disinflasi dan semakin banyak Bank Sentral yang memilih untuk tidak menaikkan suku bunga terus berlanjut, maka perhatian utama akan difokuskan pada pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi dalam negeri, diperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun ini. Selain itu, periode pemilu akan memberikan dukungan terhadap konsumsi dalam negeri, yang dalam sejarahnya cenderung memberikan dampak positif bagi pasar saham dengan masuknya investor asing.
“Masuknya modal asing biasanya meningkat selama tahun pemilihan, sebuah tren yang harapkan akan terjadi kembali tahun depan. Namun, dampaknya terhadap pasar keuangan telah menjadi kurang terasa akibat volatilitas global, seperti yang telah terlihat selama pemilihan tahun 2019. Oleh karena itu, upaya berkelanjutan untuk menstimulasi pertumbuhan domestik dan menarik masuk modal, baik dalam bentuk portofolio maupun investasi langsung, akan tetap menjadi krusial di tahun 2024,” ujarnya.
Pemilu Sebagai Stimulus Pertumbuhan Ekonomi
Sejalan dengan Helmy, dari sisi pengamat politik, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan, bahwa pemilu 2024 berpeluang untuk dapat meningkatkan stimulus pertumbuhan ekonomi dan agregat konsumsi di Indonesia.“Kami melihat bahwa tahun Pemilihan Umum (Pemilu) di 2024 ini dapat mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi dan agregat konsumsi di Indonesia, hal ini mengingat pemilihan umum tahun depan tidak hanya untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang berpeluang terjadi dalam 2 putaran, namun juga pemilihan umum Legislatif dan Pemilihan Umum Kepala Daerah, yang mana pertama kalinya semua itu akan secara serentak dilakukan untuk periode 2024-2029,” ujarnya.
Lihat Juga :