Desa Energi Berdikari PHE Dorong Transisi Energi dan Tekan Emisi CO2
Rabu, 18 Oktober 2023 - 17:11 WIB
loading...
Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi Arya Dwi Paramita dalam webinar Climate Change Mitigation: Collaborative Strategies for Greener Energy Industry. Foto/M Faizal
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menggelar program khusus guna mengajak masyarakat ambil bagian dalam upaya transisi energi, sekaligus menekan emisi karbon. Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan potensi energi di wilayah sekitar, yang sekaligus juga memberikan manfaat dari sisi ekonomi.
Sekretaris Perusahaan PHE Arya Dwi Paramita menjelaskan, upaya tersebut diwujudkan melalui program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat yaitu program desa energi berdikari. Pendekatan program ini adalah dengan memberikan kesadaran masyarakat mengenai keberadaan sumber energi tebarukan di sekitarnya yang bisa dimanfaatkan.
Baca Juga: Tekan Emisi Karbon, Indonesia Butuh Rp4.291 Triliun
"Dari situ, masyarakat akan mendapatkan manfaat tidak hanya dari sisi perolehan energi, tapi juga ada dampak ekonominya," ungkap Arya dalam webinar bertema "Climate Change Mitigation: Collaborative Strategies for Greener Energy Industry", Selasa (17/10/2023). Program ini, kata Arya, memiliki potensi efisiensi ekonomi mencapai Rp757 juta per tahun.
Secara terinci, jelas dia, program ini terdiri dari 14 lokasi desa energi berdikari yang memanfaatkan tenaga surya, yang menghasilkan listrik sekitar 75,05 kWp. Pengurangan emisi yang dihasilkan setara 109.962 ton CO2 per tahun dan memiliki dampak efisiensi ekonomi mencapai Rp139 juta per tahun.
Sekretaris Perusahaan PHE Arya Dwi Paramita menjelaskan, upaya tersebut diwujudkan melalui program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat yaitu program desa energi berdikari. Pendekatan program ini adalah dengan memberikan kesadaran masyarakat mengenai keberadaan sumber energi tebarukan di sekitarnya yang bisa dimanfaatkan.
Baca Juga: Tekan Emisi Karbon, Indonesia Butuh Rp4.291 Triliun
"Dari situ, masyarakat akan mendapatkan manfaat tidak hanya dari sisi perolehan energi, tapi juga ada dampak ekonominya," ungkap Arya dalam webinar bertema "Climate Change Mitigation: Collaborative Strategies for Greener Energy Industry", Selasa (17/10/2023). Program ini, kata Arya, memiliki potensi efisiensi ekonomi mencapai Rp757 juta per tahun.
Secara terinci, jelas dia, program ini terdiri dari 14 lokasi desa energi berdikari yang memanfaatkan tenaga surya, yang menghasilkan listrik sekitar 75,05 kWp. Pengurangan emisi yang dihasilkan setara 109.962 ton CO2 per tahun dan memiliki dampak efisiensi ekonomi mencapai Rp139 juta per tahun.
Lihat Juga :