Belanja di Singapura Makin Mudah, Bisa Pakai QRIS Bulan Depan
Kamis, 19 Oktober 2023 - 19:28 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dengan memperluas QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke beberapa negara ASEAN, terbaru yakni Singapura. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dengan memperluas QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke beberapa negara ASEAN. Gubernur BI, Perry Wariyo menyebutkan, QRIS akan diimplementasikan juga di Singapura .
"QRIS Insya Allah bulan November akan diimplementasikan dengan Singapura," ungkap Perry dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga: Siap-siap, QRIS Bakal Bisa Dipakai Belanja di Vietnam
Perry mengatakan, dengan demikian implementasi QRIS bisa digunakan di 3 negara, yakni di Malaysia, Singapura, dan Thailand.m"Kemana-mana, kawan-kawan tinggal bawa HP bisa menggunakan QRIS di 3 negara ini untuk transaksi ritel dan ini mendorong UMKM di Indonesia dan UMKM di kawasan ini mendorong pertumbuhan untuk konsumsi domestiknya," ungkap Perry.
Dia mengatakan sekali lagi bahwa QRIS antarnegara akan diluncurkan bulan depan dan nantinya juga diperluas dengan negara ASEAN yang lain. "Semua ini kami lakukan untuk memperkuat ketahanan eksternal dari dampak dinamika global sehingga stabilitas terjaga dan pertumbuhan ekonomi masih on track," sambung Perry.
"QRIS Insya Allah bulan November akan diimplementasikan dengan Singapura," ungkap Perry dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga: Siap-siap, QRIS Bakal Bisa Dipakai Belanja di Vietnam
Perry mengatakan, dengan demikian implementasi QRIS bisa digunakan di 3 negara, yakni di Malaysia, Singapura, dan Thailand.m"Kemana-mana, kawan-kawan tinggal bawa HP bisa menggunakan QRIS di 3 negara ini untuk transaksi ritel dan ini mendorong UMKM di Indonesia dan UMKM di kawasan ini mendorong pertumbuhan untuk konsumsi domestiknya," ungkap Perry.
Dia mengatakan sekali lagi bahwa QRIS antarnegara akan diluncurkan bulan depan dan nantinya juga diperluas dengan negara ASEAN yang lain. "Semua ini kami lakukan untuk memperkuat ketahanan eksternal dari dampak dinamika global sehingga stabilitas terjaga dan pertumbuhan ekonomi masih on track," sambung Perry.
Lihat Juga :