Tata Kelola Tidak Boleh Rugikan Petani Kelapa

Senin, 14 Agustus 2017 - 22:40 WIB
Tata Kelola Tidak Boleh...
Tata Kelola Tidak Boleh Rugikan Petani Kelapa
A A A
JAKARTA - Kepentingan petani menjadi perhatian khusus Kementerian Perindustrian dalam menata kelola industri kelapa. Petani tidak boleh menjadi korban dibalik tumbuhnya industri berbahan baku kelapa.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Industri Makanan Hasil dan Perikanan Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim usai mengantar rombongam HIPKI ke Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senin (14/8/2017).

Dalam kesempatan itu, Abdul menyatakan, saat ini utilitas industri berbahan baku kelapa menyisakan 40%. Karena itu, Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) meminta untuk diperkenankan impor kelapa.

"Namun sebelum persoalan impor, HIPKI mengusulkan agar dibuat regulasi yang mengatur tata kelola bisnis kelapa nasional," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul menyampaikan, bila Menteri Perindustrian minta dilakukan kajian yang komperehensif. Sehingga tata niaga industri kelapa ini ujung-ujungnya tidak merugikan petani.

"Supaya ada win-win solution. Kajiannya minta dilengkapi lagi agar petani tidak dirugikan. Kajiannya lebih cepat lebih bagus," tukasnya.

Abdul menambahkan, agar objektif maka kajiannya dilakukan oleh tim independen. Dia juga memperkirakan kajiannya dapat diselesaikan dalam sebulan hingga dua bulan mendatang.

"Dalam hal ini petani yang rawan, makanya selain regulasi, kami juga mendorong Kementerian Pertanian menyiapkan dari hulu bisnisnya, mulai dari bibit, lahan dan lainnya," ungkap dia.

Sebab, lanjut Abdul selain regulasi, perlu disiapkan infrastruktur industri kelapa. Diantaranya tanaman kelapa yang semakin lama semakin turun produktifitasnya.

Sisi lain, masih kata Abdul, industri berbahan baku kelapa terus berkembang. Yang dulunya, single product sekarang semakin banyak variannya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Pengolahan...
Industri Pengolahan Sawit Ciptakan Lapangan Kerja 5,2 Juta Orang, Dongkrak Ekonomi Daerah Tertinggal
Kemenperin Pacu Produktivitas...
Kemenperin Pacu Produktivitas Industri Pengolahan Daging
Menjaga Sungai Bengawan...
Menjaga Sungai Bengawan Solo, Industri Benahi Pengolahan Limbah
Kemenperin Ciptakan...
Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin: Pengolahan...
Kemenperin: Pengolahan Limbah Topang Daya Saing Industri
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
3 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
3 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
4 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
4 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
6 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved