Optimalkan Pengelolaan Keuangan, IFG Kolaborasi dengan Bank Mega dan BSI
Kamis, 19 Oktober 2023 - 22:11 WIB
loading...
A
A
A
Hal senada diungkapkan Direktur Utama BSI Hery Gunardi. "Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI tentu tidak bisa sendirian menjadi penggerak roda perekonomian syariah dalam negeri, diperlukan sinergi dan kolaborasi agar perbankan syariah bisa menjadi preferensi utama masyarakat,"tandasnya.
Baca Juga: Respons Rusia setelah Diserang Ukraina dengan Rudal ATACMS Amerika
Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko menegaskan, pihaknya optimistis kerja sama dengan Bank Mega dan BSI akan memberikan dampak positif bagi IFG. Sejak dibentuk menjadi holding, kata dia, IFG telah mengalami pertumbuhan kinerja keuangan. Laba bersih IFG tercatat meningkat 50% dari Rp2,2 triliun di tahun 2020 menjadi Rp3,3 triliun di tahun 2022. Sedangkan Aset IFG secara konsolidasi bertumbuh 43,2% dari Rp92,5 triliun di tahun 2020 menjadi Rp132,5 triliun di tahun 2022.
Sasongko menjelaskan, pencapaian kinerja keuangan IFG juga berdampak pada reputasi IFG di pasar. Hal ini dibuktikan dengan diberikannya kredit rating tertinggi AAA (Triple A) oleh PEFINDO yang menunjukkan IFG sebagai emiten penerbit surat utang dengan kelayakan kredit terbaik.
"Kerja sama ini sejalan dengan upaya transformasi yang IFG lakukan di bidang perbaikan dan penguatan keuangan di ekosistem IFG. Ke depannya, sinergi kami dengan perbankan akan terus ditingkatkan untuk mendukung inisiatif konsolidasi perbankan dalam IFG Group guna meningkatkan governance, efisiensi serta return pengelolaan keuangan,"tandasnya.
Baca Juga: Respons Rusia setelah Diserang Ukraina dengan Rudal ATACMS Amerika
Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko menegaskan, pihaknya optimistis kerja sama dengan Bank Mega dan BSI akan memberikan dampak positif bagi IFG. Sejak dibentuk menjadi holding, kata dia, IFG telah mengalami pertumbuhan kinerja keuangan. Laba bersih IFG tercatat meningkat 50% dari Rp2,2 triliun di tahun 2020 menjadi Rp3,3 triliun di tahun 2022. Sedangkan Aset IFG secara konsolidasi bertumbuh 43,2% dari Rp92,5 triliun di tahun 2020 menjadi Rp132,5 triliun di tahun 2022.
Sasongko menjelaskan, pencapaian kinerja keuangan IFG juga berdampak pada reputasi IFG di pasar. Hal ini dibuktikan dengan diberikannya kredit rating tertinggi AAA (Triple A) oleh PEFINDO yang menunjukkan IFG sebagai emiten penerbit surat utang dengan kelayakan kredit terbaik.
"Kerja sama ini sejalan dengan upaya transformasi yang IFG lakukan di bidang perbaikan dan penguatan keuangan di ekosistem IFG. Ke depannya, sinergi kami dengan perbankan akan terus ditingkatkan untuk mendukung inisiatif konsolidasi perbankan dalam IFG Group guna meningkatkan governance, efisiensi serta return pengelolaan keuangan,"tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :