Orang Kaya Pakai Gas Melon, Pengamat: Malu Dong!
Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:50 WIB
loading...
A
A
A
Mamit memperkirakan, jika beban subsidi naik terus, keuangan negara pun akan terganggu. Apalagi, saat ini 70% elpiji masih impor. Jika subsidi naik terus, defisit transaksi berjalan dipastikan makin tinggi.
(Baca Juga: Sri Mulyani Akan Ubah Mekanisme Subsidi Listrik dan Elpiji)
"Karena itu perlu adanya kebijakan dalam mengendalikan elpiji 3 kg yang salah satunya adalah distribusi tertutup. Ini lebih jelas asalkan datanya benar sehingga tepat sasaran. Tapi jangan sampai ada kesalahan data. Salah satu kelemahan kita adalah akurasi data," tandasnya.
Terkait dengan itu, Mamit menilai Pertamina bisa memanfaatkan agen sebagai penyalur resmi saat mengadakan operasi pasar. "Agen ini pasti mempunyai gudang, jadi operasi pasar yang dilakukan oleh Pertamina dilakukan di gudang-gudang milik agen. Batasi satu orang hanya berhak dengan satu tabung elpiji 3 kg, bahkan jika bisa mereka menunjukan KTP agar tidak dobel dalam satu kepala keluarga," paparnya.
(Baca Juga: Sri Mulyani Akan Ubah Mekanisme Subsidi Listrik dan Elpiji)
"Karena itu perlu adanya kebijakan dalam mengendalikan elpiji 3 kg yang salah satunya adalah distribusi tertutup. Ini lebih jelas asalkan datanya benar sehingga tepat sasaran. Tapi jangan sampai ada kesalahan data. Salah satu kelemahan kita adalah akurasi data," tandasnya.
Terkait dengan itu, Mamit menilai Pertamina bisa memanfaatkan agen sebagai penyalur resmi saat mengadakan operasi pasar. "Agen ini pasti mempunyai gudang, jadi operasi pasar yang dilakukan oleh Pertamina dilakukan di gudang-gudang milik agen. Batasi satu orang hanya berhak dengan satu tabung elpiji 3 kg, bahkan jika bisa mereka menunjukan KTP agar tidak dobel dalam satu kepala keluarga," paparnya.
(fai)
Lihat Juga :