Belajar Usaha Membangun Perumahan untuk Pemula (Bagian-3)

loading...
Belajar Usaha Membangun Perumahan untuk Pemula (Bagian-3)
Foto/dok
A+ A-
Agus Kriswandi Basyari
Pitaloka Land

Setelah dua pekan secara berturut–turut menulis tentang belajar usaha membangun perumahan untuk pemula, mari kita lanjutkan langkah langkah berikutnya. Setelah denah dan tampak muka (fasad ) rumah sudah dibuat, maka pekerjaan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah membuat lembaran-lembaran kerja.

Lembaran kerja ini masih dikerjakan oleh tenaga ahli, karena membutuhkan skill dan keterampilan dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam gambar. Lembaran kerja dibuat sebagai panduan untuk tenaga teknik di lapangan. Lembaran kerja dibuat tersusun dimulai dari gambar potongan seperti galian fondasi, gambar fondasi, struktur fondasi, lembaran kerja plumbing, lembaran kerja lantai, lembaran kerja aliran listrik, dan lembaran-lembaran kerja lainnya. (Baca: Industri Rokok Dibunuh, Jutaan Pekerja Mau Ditaruh Dimana?)

Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah membentuk struktur sumber daya manusia (SDM). Walaupun dalam kenyataannya setiap perusahaan memiliki struktur SDM yang berbeda-beda, namun pada umumnya SDM yang diperlukan adalah sebagai berikut. Pertama, ahli teknik sipil.



SDM ini diperlukan mulai dari pekerjaan perencanaan sampai pelaksanaan di lapangan. Dia juga memiliki tanggung jawab besar karena objek rumah yang dibangun dan seluruh infrastuktur yang ada di lapangan merupakan pekerjaan yang harus diselesaikannya.

SDM selanjutnya adalah tenaga penjualan. Figur ini merupakan garda terdepan proyek pembangunan perumahan. Di tangan tenaga penjual pula proyek mulai disosialisasikan, diperkenalkan, dan ditransaksikan. Bahkan, tak jarang dari tenaga penjual melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan proses pengajuan kredit pemilikan rumah di perbankan. (Baca juga: Arkeolog Israel Menemukan 'Wajah Tuhan')

Begitu besar dan pentingnya peranan tenaga penjual, perusahaan seringkali memberikan penghargaan atau reward bagi mereka yang mencapai target tertentu.



SDM berikutnya berperan penting dalam administrasi seluruh kegiatan kantor. Tenaga administrasi ini merupakan elemen penting di dalam melakukan support pada kegiatan-kegiatan operasional yang bersifat pencatatan atau input data pengarsipan, surat menyurat, dan pembuatan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Pembentukan SDM berikutnya adalah bagian keuangan. Dalam konteks usaha pemula bagian keuangan yang biasanya terdiri dari akunting dan finance, bisa dirangkap oleh satu orang saja. Tugas dari bagian keuangan yaitu melakukan input uang keluar dan uang masuk atau cash in/ cash out, melakukan pencatatan utang dan piutang, serta melakukan pembayaran dan penagihan terhadap pihak ketiga. (Lihat videonya: Menghindari Tabrakan, Mobil Tercebur ke Laut)

Bisa juga peranan keuangan adalah merencanakan atau pembuatan forecasting keuangan sesuai dengan rencana anggaran proyek atau RAP dan cash flow yang sudah disusun terlebih dahulu.

Struktur SDM selanjutnya yaitu SDM yang menguasai masalah pertanahan. SDM Ini memiliki peranan dalam pengurusan lahan, baik secara legalitas maupun penguasaan real di lapangan. SDM ini wajib mengetahui tahapan-tahapan pekerjaan di bidang pertanahan, mulai dari jual beli lahan sampai kepada pemecahan dan proses balik nama sertifikat kepada konsumen. Dalam hal kegiatannya SDM dimaksud memiliki mitra seperti dengan notaris dan badan pertanahan nasional (BPN).
(ysw)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top