Belajar Usaha Membangun Perumahan untuk Pemula (Bagian-3)
Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:10 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
Agus Kriswandi Basyari
Pitaloka Land
Setelah dua pekan secara berturut–turut menulis tentang belajar usaha membangun perumahan untuk pemula, mari kita lanjutkan langkah langkah berikutnya. Setelah denah dan tampak muka (fasad ) rumah sudah dibuat, maka pekerjaan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah membuat lembaran-lembaran kerja.
Lembaran kerja ini masih dikerjakan oleh tenaga ahli, karena membutuhkan skill dan keterampilan dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam gambar. Lembaran kerja dibuat sebagai panduan untuk tenaga teknik di lapangan. Lembaran kerja dibuat tersusun dimulai dari gambar potongan seperti galian fondasi, gambar fondasi, struktur fondasi, lembaran kerja plumbing, lembaran kerja lantai, lembaran kerja aliran listrik, dan lembaran-lembaran kerja lainnya. (Baca: Industri Rokok Dibunuh, Jutaan Pekerja Mau Ditaruh Dimana?)
Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah membentuk struktur sumber daya manusia (SDM). Walaupun dalam kenyataannya setiap perusahaan memiliki struktur SDM yang berbeda-beda, namun pada umumnya SDM yang diperlukan adalah sebagai berikut. Pertama, ahli teknik sipil.
SDM ini diperlukan mulai dari pekerjaan perencanaan sampai pelaksanaan di lapangan. Dia juga memiliki tanggung jawab besar karena objek rumah yang dibangun dan seluruh infrastuktur yang ada di lapangan merupakan pekerjaan yang harus diselesaikannya.
SDM selanjutnya adalah tenaga penjualan. Figur ini merupakan garda terdepan proyek pembangunan perumahan. Di tangan tenaga penjual pula proyek mulai disosialisasikan, diperkenalkan, dan ditransaksikan. Bahkan, tak jarang dari tenaga penjual melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan proses pengajuan kredit pemilikan rumah di perbankan. (Baca juga: Arkeolog Israel Menemukan 'Wajah Tuhan')
Begitu besar dan pentingnya peranan tenaga penjual, perusahaan seringkali memberikan penghargaan atau reward bagi mereka yang mencapai target tertentu.
Pitaloka Land
Setelah dua pekan secara berturut–turut menulis tentang belajar usaha membangun perumahan untuk pemula, mari kita lanjutkan langkah langkah berikutnya. Setelah denah dan tampak muka (fasad ) rumah sudah dibuat, maka pekerjaan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah membuat lembaran-lembaran kerja.
Lembaran kerja ini masih dikerjakan oleh tenaga ahli, karena membutuhkan skill dan keterampilan dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam gambar. Lembaran kerja dibuat sebagai panduan untuk tenaga teknik di lapangan. Lembaran kerja dibuat tersusun dimulai dari gambar potongan seperti galian fondasi, gambar fondasi, struktur fondasi, lembaran kerja plumbing, lembaran kerja lantai, lembaran kerja aliran listrik, dan lembaran-lembaran kerja lainnya. (Baca: Industri Rokok Dibunuh, Jutaan Pekerja Mau Ditaruh Dimana?)
Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah membentuk struktur sumber daya manusia (SDM). Walaupun dalam kenyataannya setiap perusahaan memiliki struktur SDM yang berbeda-beda, namun pada umumnya SDM yang diperlukan adalah sebagai berikut. Pertama, ahli teknik sipil.
SDM ini diperlukan mulai dari pekerjaan perencanaan sampai pelaksanaan di lapangan. Dia juga memiliki tanggung jawab besar karena objek rumah yang dibangun dan seluruh infrastuktur yang ada di lapangan merupakan pekerjaan yang harus diselesaikannya.
SDM selanjutnya adalah tenaga penjualan. Figur ini merupakan garda terdepan proyek pembangunan perumahan. Di tangan tenaga penjual pula proyek mulai disosialisasikan, diperkenalkan, dan ditransaksikan. Bahkan, tak jarang dari tenaga penjual melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan proses pengajuan kredit pemilikan rumah di perbankan. (Baca juga: Arkeolog Israel Menemukan 'Wajah Tuhan')
Begitu besar dan pentingnya peranan tenaga penjual, perusahaan seringkali memberikan penghargaan atau reward bagi mereka yang mencapai target tertentu.
Lihat Juga :