Modal Rp1.192 Triliun Menguap dari China, Xi Jinping Torehkan Sejarah di Bank Sentral
Rabu, 25 Oktober 2023 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Pada kuartal III, negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Namun terdapat kekhawatiran yang lebih mendalam mengenai berlanjutnya pelemahan aktivitas sektor swasta dan kurangnya reformasi jangka panjang yang diperlukan untuk mengalihkan perekonomian ke pertumbuhan yang didorong oleh konsumen.
PBOC, yang melakukan penurunan suku bunga dalam skala kecil dan telah memompa lebih banyak uang ke dalam perekonomian dalam beberapa pekan terakhir, dibatasi agar tak jorjoran melonggarkan kebijakan moneter karena takut memicu pelarian modal dan merugikan yuan.
Baca juga: Negara Israel Zaman Klasik yang Digagas Thalut, Banyak Terjadi Peperangan
Arus keluar modal dari China meningkat tajam menjadi USD75 miliar atau Rp1.192 triliun (kurs Rp15.900) pada bulan September. Menurut ukuran aliran valuta asing pilihan Goldman Sachs, jumlah itu adalah angka bulanan terbesar sejak tahun 2016, dan menegaskan semakin intensifnya tekanan depresiasi terhadap yuan.
PBOC, yang melakukan penurunan suku bunga dalam skala kecil dan telah memompa lebih banyak uang ke dalam perekonomian dalam beberapa pekan terakhir, dibatasi agar tak jorjoran melonggarkan kebijakan moneter karena takut memicu pelarian modal dan merugikan yuan.
Baca juga: Negara Israel Zaman Klasik yang Digagas Thalut, Banyak Terjadi Peperangan
Arus keluar modal dari China meningkat tajam menjadi USD75 miliar atau Rp1.192 triliun (kurs Rp15.900) pada bulan September. Menurut ukuran aliran valuta asing pilihan Goldman Sachs, jumlah itu adalah angka bulanan terbesar sejak tahun 2016, dan menegaskan semakin intensifnya tekanan depresiasi terhadap yuan.
(uka)
Lihat Juga :