Transformasi Bisnis, Unilever Bukukan Kinerja Positif di Kuartal III 2023
Kamis, 26 Oktober 2023 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Hasil ini menujukkan kinerja UNVR telah menunjukkan perbaikan jika dibandingkan semester I 2023. Pada periode ini, laba UNVR turun 19,6 persen sementara penjualan bersih turun 5,5 persen. Jika dikomparasikan secara kuartalan, kinerja UNVR juga menunjukkan pemulihan. Selama periode Juli-September 2023, penjualan bersih mencapai Rp10,2 triliun.
Baca Juga: Terapkan Sistem Jaminan Halal, Unilever Raih LPPOM MUI Halal Award 2023
Analis dan praktisi pasar modal Okie Ardiastama mengungkapkan sektor FMCG cukup ekspansif melihat daya beli masyarakat juga terus membaik, sehingga harapannya sektor FMCG dapat bertumbuh. Namun yang perlu dicermati saat ini adalah fluktuasi nilai tukar dan tren kenaikan suku bunga yang dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan menjelang akhir dari semester dua. Okie menilai perusahaan juga perlu mempertimbangkan strategi hedging agar dapat mengurangi risiko baik fluktuasi nilai tukar maupun bahan baku.
"Perluasan pangsa pasar dapat menjadi opsi, namun saat ini pasar dalam negeri dinilai juga masih cukup baik. Mengingat pertumbuhan di dalam negeri juga masih terjaga positif, persaingan dari pemain FMCG saat ini makin ketat dari adanya varian produk, sehingga harapannya perusahaan juga perlu menyiasati strategi agar tetap menjaga pangsa pasar di dalam negeri tetap kuat bahkan bertumbuh," jelas Okie.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (25/10) saham UNVR melonjak 2,26 persen ke posisi Rp4.080 per saham. Saham UNVR dibuka naik 10 poin ke posisi Rp4.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.457 kali dengan nilai transaksi Rp111,9 miliar.
Baca Juga: Terapkan Sistem Jaminan Halal, Unilever Raih LPPOM MUI Halal Award 2023
Analis dan praktisi pasar modal Okie Ardiastama mengungkapkan sektor FMCG cukup ekspansif melihat daya beli masyarakat juga terus membaik, sehingga harapannya sektor FMCG dapat bertumbuh. Namun yang perlu dicermati saat ini adalah fluktuasi nilai tukar dan tren kenaikan suku bunga yang dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan menjelang akhir dari semester dua. Okie menilai perusahaan juga perlu mempertimbangkan strategi hedging agar dapat mengurangi risiko baik fluktuasi nilai tukar maupun bahan baku.
"Perluasan pangsa pasar dapat menjadi opsi, namun saat ini pasar dalam negeri dinilai juga masih cukup baik. Mengingat pertumbuhan di dalam negeri juga masih terjaga positif, persaingan dari pemain FMCG saat ini makin ketat dari adanya varian produk, sehingga harapannya perusahaan juga perlu menyiasati strategi agar tetap menjaga pangsa pasar di dalam negeri tetap kuat bahkan bertumbuh," jelas Okie.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (25/10) saham UNVR melonjak 2,26 persen ke posisi Rp4.080 per saham. Saham UNVR dibuka naik 10 poin ke posisi Rp4.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.457 kali dengan nilai transaksi Rp111,9 miliar.
(nng)
Lihat Juga :