Profil Munib Al Masri, Orang Terkaya di Palestina yang Peduli dengan Kesejahteraan Wilayahnya
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Untuk kekayaan Munib Al Masri diketahui bersumber dari berbagai bisnis. Dia memiliki bisnis minyak dan gas yang dikelolanya, hingga punya nilai investasi yang besar di Edgo Group, yang beroperasi di bidang kontraktor.
Menurut Arabian Business, Masri bergabung dengan belasan ekspatriat Palestina lainnya dalam upaya membangun perekonomian nasional di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Kelompok ini membentuk perusahaan induk Padico pada tahun 1994, yang membantu mendirikan bursa saham pertama di negara bagian tersebut dan perusahaan telepon swasta serta berinvestasi di hotel, kawasan industri, dan proyek lainnya.
Hingga pada akhirnya Padico dan perusahaannya berdiri sebagai perusahaan swasta terbesar di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun demikian, status tersebut sebenarnya hanya sebuah pencapaian karena sedikit investor swasta yang bersedia mempertaruhkan uang mereka di wilayah tersebut.
Baca Juga Harta Miliarder China Ini Lenyap Setengah Lebih, Tersisa Tinggal Rp80,5 Triliun
Banyak pengusaha Palestina yang pergi ke AS, Eropa, negara-negara Teluk dan tempat lain karena kecewa dengan gagalnya proses perdamaian dan meletusnya intifada kedua, atau pemberontakan yang bertujuan mengakhiri pendudukan militer Israel.
Menurut Arabian Business, Masri bergabung dengan belasan ekspatriat Palestina lainnya dalam upaya membangun perekonomian nasional di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Kelompok ini membentuk perusahaan induk Padico pada tahun 1994, yang membantu mendirikan bursa saham pertama di negara bagian tersebut dan perusahaan telepon swasta serta berinvestasi di hotel, kawasan industri, dan proyek lainnya.
Hingga pada akhirnya Padico dan perusahaannya berdiri sebagai perusahaan swasta terbesar di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun demikian, status tersebut sebenarnya hanya sebuah pencapaian karena sedikit investor swasta yang bersedia mempertaruhkan uang mereka di wilayah tersebut.
Baca Juga Harta Miliarder China Ini Lenyap Setengah Lebih, Tersisa Tinggal Rp80,5 Triliun
Banyak pengusaha Palestina yang pergi ke AS, Eropa, negara-negara Teluk dan tempat lain karena kecewa dengan gagalnya proses perdamaian dan meletusnya intifada kedua, atau pemberontakan yang bertujuan mengakhiri pendudukan militer Israel.
Lihat Juga :