Pendudukan Israel Hancurkan Ekonomi Gaza, Studi PBB Ungkap Datanya

Minggu, 29 Oktober 2023 - 10:46 WIB
loading...
Pendudukan Israel Hancurkan...
Laporan PBB mengungkap, data-data bahwa blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah berlaku sejak 2007, telah menyebabkan penurunan signifikan terhadap PDB riil per kapita Palestina. Foto/Dok Reuters
A A A
JENEWA - Blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah berlaku sejak 2007, telah menyebabkan penurunan signifikan terhadap PDB riil per kapita Palestina, lonjakan pengangguran dan kemiskinan. Hal itu diungkapkan oleh laporan yang dikeluarkan oleh Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).

Baca Juga: Diguncang Perang dan Krisis Politik, Seberapa Kuat Ekonomi Israel

Menurut studi PBB tersebut, pada periode 2006 hingga 2022, populasi Gaza naik 61%, akan tetapi PDB hanya tumbuh 1,1%, dan PDB riil per kapita menyusut 27% dari USD1.994 pada 2006 menjadi USD1.257 di tahun 2022, dibandingkan dengan USD2.923 dan USD4.458 di Tepi Barat.

Pada periode yang sama, kesenjangan regional dalam kondisi kehidupan melebar, karena pangsa Gaza dalam ekonomi Palestina berkontraksi dari 31% menjadi 17,4%, menurut catatan UNCTAD.

Baca Juga: Bombardir Gaza, Ekonomi Israel Bergejolak Boncos Lebih Rp300 Triliun

Selain itu pada periode yang sama, angkatan kerja tumbuh sebesar 112%, jumlah pekerja yang menganggur meningkat sebesar 157%, dan pengangguran bertambah dari 34,8% menjadi 45,3%, untuk menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

"Pertumbuhan populasi dan angkatan kerja serta kelangkaan pekerjaan telah mengakibatkan hilangnya generasi pekerja miskin, dan tidak terampil," klaim laporan itu.

"Pada saat pembentukan Otoritas Nasional Palestina pada tahun 1994, Gaza memiliki standar hidup yang sama dengan Tepi Barat, dengan rasio PDB per kapita terhadap Tepi Barat sebesar 97%."

Namun Rasio ini turun menjadi 44% dengan dimulainya pembatasan dan penutupan pada tahun 2007 dan mencapai titik terendah sepanjang masa pada tahun 2021 sebesar 27,7%.

Laporan PBB itu menunjukkan bahwa ekonomi Gaza telah "mengalami distorsi struktural yang signifikan karena pembatasan pergerakan, akses terbatas ke impor, hancurnya basis produktif, dan isolasi semi-autarkik dari pasar domestik dan global."

Situasi tersebuttelah mengurangi pangsa pertanian dan manufaktur dalam perekonomian, dari 32% pada tahun 1995 menjadi 17,6% pada tahun 2022.

"Kerusakan yang ditimbulkan di bawah pendudukan (Israek) meluas ke semua sektor ekonomi, yang paling menonjol di antaranya adalah hilangnya tanah dan sumber daya alam ke pemukiman, larangan atau pembatasan impor teknologi dan input tertentu di bawah sistem daftar penggunaan ganda dan hambatan untuk gerakan yang meningkatkan biaya produksi, transaksi dan perdagangan. Dimana dengan demikian mengikis dan menghambat daya saing semua produsen Palestina," jelasnya.

UNCTAD memproyeksikan bahwa prospek ekonomi bakal meredup, yang disebabkan oleh "kendala terkait pendudukan" sebagai hambatan utama bagi pembangunan ekonomi di wilayah Palestina.

Sementara itu Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, bahwa dampak pelonggaran pembatasan terkait pendudukan, bisa berimplikasi peningkatan 3 kali lipat terhadap iklim bisnis, listrik, dan pasokan air Palestina.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Purbaya Sangkal Rupiah...
Purbaya Sangkal Rupiah Hancur Ditekan Perang, Depresiasi Hanya 0,3%
China Ambil 5 Pelajaran...
China Ambil 5 Pelajaran Penting dari Serangan AS-Israel ke Iran
Rupiah Kian Terpuruk...
Rupiah Kian Terpuruk Imbas Perang Timur Tengah, Dolar AS Tembus Rp16.903
6 Dampak Perang AS-Iran,...
6 Dampak Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia hingga Gas Langsung Bergejolak
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Rekomendasi
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved