Ekonomi Karbon RI Bernilai Rp8.960 T, CDC 2023 Ajak Jelajahi Cara Mengatasi Tantangannya
Senin, 30 Oktober 2023 - 13:28 WIB
loading...
Carbon Digital Conference (CDC) 2023 bakal digelar untuk menjadi forum diskusi antara pelaku perdagangan karbon dan digital dalam membahas sejumlah tantangan dan juga kendala yang dihadapi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) akan menggelar event Carbon Digital Conference (CDC) 2023 pada 8-10 November 2023 di Bali. Forum ini merupakan salah satu upaya guna mengembangkan perdagangan karbon di Indonesia.
Baca Juga: Di Berlin, Sri Mulyani Ungkap Indonesia Butuh Rp3.500 Triliun untuk Transisi Energi
Ketua IDCTA, Riza Suarga mengatakan, Carbon Digital Conference akan menjadi forum diskusi antara pelaku perdagangan karbon dan digital dalam membahas sejumlah tantangan dan juga kendala yang dihadapi seputar ekonomi perdagangan karbon.
“CDC 2023 akan mengajak para pelaku perdagangan karbon dan digital untuk menjelajahi berbagai cara mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam ekonomi karbon Indonesia , yang bernilai potensial sebesar USD565,9 miliar (setara Rp8.960 triliun). Platform ini membuka peluang untuk meningkatkan kesetaraan pendapatan di seluruh provinsi melalui pembentukan peran ramah lingkungan seperti konservasi, reboisasi, pertanian berkelanjutan, dan ekowisata,” kata Riza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/10/2023).
Baca Juga: Transaksi Karbon RI Kalahkan Bursa Tetangga, IDXCarbon Pede Pimpin Pasar Regional
Baca Juga: Di Berlin, Sri Mulyani Ungkap Indonesia Butuh Rp3.500 Triliun untuk Transisi Energi
Ketua IDCTA, Riza Suarga mengatakan, Carbon Digital Conference akan menjadi forum diskusi antara pelaku perdagangan karbon dan digital dalam membahas sejumlah tantangan dan juga kendala yang dihadapi seputar ekonomi perdagangan karbon.
“CDC 2023 akan mengajak para pelaku perdagangan karbon dan digital untuk menjelajahi berbagai cara mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam ekonomi karbon Indonesia , yang bernilai potensial sebesar USD565,9 miliar (setara Rp8.960 triliun). Platform ini membuka peluang untuk meningkatkan kesetaraan pendapatan di seluruh provinsi melalui pembentukan peran ramah lingkungan seperti konservasi, reboisasi, pertanian berkelanjutan, dan ekowisata,” kata Riza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/10/2023).
Baca Juga: Transaksi Karbon RI Kalahkan Bursa Tetangga, IDXCarbon Pede Pimpin Pasar Regional
Lihat Juga :