Ini 4 Bank Kakap Paling Cuan: Ada yang Untung Rp44,2 Triliun
Rabu, 01 November 2023 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi pendanaan, CASA naik 4,7% yoy mencapai Rp869,8 triliun per September 2023, berkontribusi hingga sekitar 80% dari total dana pihak ketiga. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6,2% yoy menjadi Rp1.089 triliun, sehingga mendorong total aset BCA naik 7,2% yoy menjadi Rp1.381 triliun.
4. BNI
BNI menjadi bank 'big four' terakhir yang melakukan paparan kinerja keuangan yaitu pada Selasa (31/10/2023). BNI telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga kinerja tetap solid. Hal itu tecermin dari perolehan laba bersih BNI yang tumbuh 15,1% yoy di kuartal III-2023 mencapai Rp15,8 triliun, inline dengan market consensus.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pencapaian laba yang baik ini didukung oleh kinerja kredit yang mengalami akselerasi di kuartal III.
Akselerasi kredit ini membuat BNI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sampai dengan September 2023 sebesar 7,8% yoy menjadi Rp671,4 triliun yang didorong oleh ekspansi di segmen berisiko rendah, yaitu korporasi blue chip baik swasta dan BUMN, kredit konsumer dan perusahaan anak.
"Sebagai dampak dari akselerasi kredit di segmen berisiko rendah, kualitas aset terus membaik yang terlihat dari penurunan rasio non performing loan (NPL) dan rasio Loan at Risk (LaR)," ujar Royke.
Baca juga: Perang Darat di Gaza, 9 Tentara Israel Tewas Dibantai Hamas
Rasio NPL per September telah berada di level 2,3% membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,0% dan LAR di level 14,4% yang membaik dibandingkan posisi 19,3% pada September 2022.
4. BNI
BNI menjadi bank 'big four' terakhir yang melakukan paparan kinerja keuangan yaitu pada Selasa (31/10/2023). BNI telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga kinerja tetap solid. Hal itu tecermin dari perolehan laba bersih BNI yang tumbuh 15,1% yoy di kuartal III-2023 mencapai Rp15,8 triliun, inline dengan market consensus.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pencapaian laba yang baik ini didukung oleh kinerja kredit yang mengalami akselerasi di kuartal III.
Akselerasi kredit ini membuat BNI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sampai dengan September 2023 sebesar 7,8% yoy menjadi Rp671,4 triliun yang didorong oleh ekspansi di segmen berisiko rendah, yaitu korporasi blue chip baik swasta dan BUMN, kredit konsumer dan perusahaan anak.
"Sebagai dampak dari akselerasi kredit di segmen berisiko rendah, kualitas aset terus membaik yang terlihat dari penurunan rasio non performing loan (NPL) dan rasio Loan at Risk (LaR)," ujar Royke.
Baca juga: Perang Darat di Gaza, 9 Tentara Israel Tewas Dibantai Hamas
Rasio NPL per September telah berada di level 2,3% membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,0% dan LAR di level 14,4% yang membaik dibandingkan posisi 19,3% pada September 2022.
(uka)
Lihat Juga :