Pedasnya Makin 'Gila', Harga Cabai Rawit Tembus Rp120.000 per Kg

Jum'at, 03 November 2023 - 15:30 WIB
loading...
Pedasnya Makin Gila,...
Harga cabai rawit merah terus melonjak. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Harga sejumlah komoditas pangan di Jakarta meroket tajam, alias mengalami kenaikan secara signifikan sejak sepekan lalu atau pada akhir Oktober 2023. Harga cabai rawit misalnya naik menjadi Rp120.000 per kilogram (Kg).

Baca juga: Giliran Pengusaha Warteg Keluhkan Harga Sayuran

Deni (27), salah satu pedagang di Pasar Jaya Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyebut seluruh harga cabai melonjak "gila-gilaan" sejak akhir Oktober hingga saat ini. Dari pengakuannya, harga cabai naik 15% dari harga normal.

Deni sendiri mematok harga cabai rawit per kilogram sebesar Rp120.000. Harga yang dijual distributor berada di angka Rp90.000 per kg.

Sementara, jenis cabe keriting yang dijual di Pasar Mayestik umumnya Rp100.000 per Kg. Lalu, cabe rawit hijau di angka Rp60.000.

"(Kenaikan) 15 persenan sih, setiap hari Rp5.000 dia (cabai) naik. Tiap hari, cabe rawit sekarang nyampe Rp120.000 per kilo, cabe keriting Rp100.000," ungkap Deni saat ditemui di Pasar Mayestik, Jumat (3/11/2023).

Tak hanya cabai, beberapa pangan lain berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga naik. Pria asal Jawa Barat itu mengklaim sayur buncis, tomat, dan lemon juga naik. Sementara harga wortel, timun, dan kentang stabil.

"Kentang, wortel, timun, udah pada turun sih. Buncis yang naik sekarang. Tomat juga naik, lemon juga naik, hampir pada naik semua. Tempe dan tahun biasa saja, stabil. Paling sayuran yang naik," bebernya.

Malangnya, kenaikan beberapa komoditas dasar ini dibarengi dengan penurunan daya beli konsumen di pasar Mayestik. Kondisi itu menyebabkan pendapatan Deni dan beberapa pedagang ikut anjlok hingga 30%.

"Ya ngaruh, biasa kita belanja banyak ya sekarang kita pikir-pikir. Ngaruh juga (daya beli konsumen) biasa beli banyak sekarang dikit, ya mungkin irit juga dia," ucapnya.

Senada, Ramini (50) juga mengeluh adanya kenaikan harga pangan saat ini. Wanita paruh baya yang berprofesi sebagai pedagang pasar itu harus mengelus dada lantaran jumlah pengunjung menurun drastis beberapa hari terakhir ini.

Kendati, dia memiliki beberapa langganan, misalnya restoran, Ramini mengaku sepekan ini dagangannya kurang laris. Menurutnya, perkara tersebut disebabkan oleh kenaikan harga pangan.

"Aku tuh, kalau langgan restoran saya belanja agak banyak habisnya, kalau mereka belanja dikit ya turun drastis. Aku kan punya pelanggan restoran, kalau dia itu rame yo belanjanya banyak. Kalau sepi ya belanjanya turun," tuturnya kepada MNC Portal.

Wanita itu menilai kenaikan harga beberapa pangan terjadi sejak 15 Oktober tahun ini. Pandangan tersebut didasarkan pada harga jual komoditas yang diberikan pihak distributor.

Baca juga: Genosida Berlanjut di Gaza, Netanyahu: Tak Ada yang Bisa Hentikan Kami!

"Naik, kalo telur stabil, kita jual Rp 26.000 telur. Kalo ini (bawang putih) aku belanja Rp36.000- Rp 37.000 per kilo, aku jual Rp40.000. Cabai yang keriting Rp75.000-Rp 80.000 yang gede juga Rp 75.000-Rp 80.000, rawit ijo Rp60.000, cabe ijo Rp50.000- Rp55.000," katanya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Penuhi Kebutuhan Industri...
Penuhi Kebutuhan Industri Pangan, Alvalab Hadirkan Layanan Uji Berbasis Teknologi Tinggi
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Harga Cabai Meroket...
Harga Cabai Meroket Jelang Idul Adha
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Rekomendasi
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Infografis
5 CEO Terkaya di Jagat...
5 CEO Terkaya di Jagat Raya, Hartanya Tembus Rp8,2 Kuadriliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved