Raksasa Teknologi China Hapus Israel dari Peta Dunia
Sabtu, 04 November 2023 - 08:49 WIB
loading...
Israel tidak lagi dapat ditemukan di peta digital online China, termasuk pada platform Baidu dan Alibaba. Hal ini dilaporkan Wall Street Journal mengutip dari pengguna web. Foto/Dok
A
A
A
BEIJING - Israel tidak lagi dapat ditemukan di peta digital China, termasuk pada platform Baidu dan Alibaba. Hal ini dilaporkan Wall Street Journal mengutip dari pengguna web.
Baca Juga: Yisroel Weiss, Rabi Yahudi yang Sebut Israel Monster dan Harus Dihapus dari Peta
Menurut laporan tersebut, peta di Baidu yang berbahasa China masih menunjukkan perbatasan Israel dan wilayah Palestina, serta kota-kota utama di wilayah tersebut. Namun, mereka tidak lagi mengidentifikasi Israel dengan nama.
Selain itu map digital Alibaba juga tidak lagi menampilkan nama Israel. Menurut laporan itu, platform ini biasanya dikenal karena perhatiannya terhadap detail, bahkan dengan negara-negara kecil seperti Luksemburg diberi label dengan jelas.
Baca Juga: Bombardir Gaza, Ekonomi Israel Bergejolak Boncos Lebih Rp300 Triliun
Pihak perusahaan seperti dilansir RT, tidak menanggapi permintaan media untuk berkomentar terkait hilangnya Israel dari peta digital. Menurut publikasi itu, tidak jelas kapan tepatnya nama Israel dihapus dari peta mereka, tetapi pengguna web tampaknya telah mendiskusikan perkembangan sejak eskalasi konflik Israel-Hamas di awal bulan ini.
Menurut laporan lokal, internet China telah dipenuhi dengan komentar anti-Semit selama sebulan terakhir, yang mungkin menjadi alasan di balik hilangnya nama Israel dari peta. Kedutaan Besar Israel di China baru-baru ini terpaksa menutup bagian komentar di bawah akun resminya di platform Weibo, menyusul banyak serangan verbal dari para pengguna.
Pemerintah China sendiri belum memihak dalam konflik Timur Tengah, mereka menyerukan pihak yang berperang untuk mengakhiri permusuhan dan mengutuk serangan terhadap warga sipil. Namun, Beijing memiliki sejarah panjang dalam mendukung Palestina.
Mereka mengakui Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 1964 dan kedaulatan Palestina pada tahun 1988, dan kemudian menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Otoritas Palestina pada tahun 1989.
Sementara itu selama kunjungannya ke Arab Saudi pada tahun 2022, Presiden China Xi Jinping menyebut fakta bahwa komunitas global sebagian besar masih tidak mengakui Palestina sebagai negara sebagai "ketidakadilan historis,". Lalu Ia mengatakan China, akan mendukung pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Baca Juga: Yisroel Weiss, Rabi Yahudi yang Sebut Israel Monster dan Harus Dihapus dari Peta
Menurut laporan tersebut, peta di Baidu yang berbahasa China masih menunjukkan perbatasan Israel dan wilayah Palestina, serta kota-kota utama di wilayah tersebut. Namun, mereka tidak lagi mengidentifikasi Israel dengan nama.
Selain itu map digital Alibaba juga tidak lagi menampilkan nama Israel. Menurut laporan itu, platform ini biasanya dikenal karena perhatiannya terhadap detail, bahkan dengan negara-negara kecil seperti Luksemburg diberi label dengan jelas.
Baca Juga: Bombardir Gaza, Ekonomi Israel Bergejolak Boncos Lebih Rp300 Triliun
Pihak perusahaan seperti dilansir RT, tidak menanggapi permintaan media untuk berkomentar terkait hilangnya Israel dari peta digital. Menurut publikasi itu, tidak jelas kapan tepatnya nama Israel dihapus dari peta mereka, tetapi pengguna web tampaknya telah mendiskusikan perkembangan sejak eskalasi konflik Israel-Hamas di awal bulan ini.
Menurut laporan lokal, internet China telah dipenuhi dengan komentar anti-Semit selama sebulan terakhir, yang mungkin menjadi alasan di balik hilangnya nama Israel dari peta. Kedutaan Besar Israel di China baru-baru ini terpaksa menutup bagian komentar di bawah akun resminya di platform Weibo, menyusul banyak serangan verbal dari para pengguna.
Pemerintah China sendiri belum memihak dalam konflik Timur Tengah, mereka menyerukan pihak yang berperang untuk mengakhiri permusuhan dan mengutuk serangan terhadap warga sipil. Namun, Beijing memiliki sejarah panjang dalam mendukung Palestina.
Mereka mengakui Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 1964 dan kedaulatan Palestina pada tahun 1988, dan kemudian menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Otoritas Palestina pada tahun 1989.
Sementara itu selama kunjungannya ke Arab Saudi pada tahun 2022, Presiden China Xi Jinping menyebut fakta bahwa komunitas global sebagian besar masih tidak mengakui Palestina sebagai negara sebagai "ketidakadilan historis,". Lalu Ia mengatakan China, akan mendukung pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
(akr)
Lihat Juga :