Babak Baru Bank Bukopin

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 10:08 WIB
loading...
A A A
Tapi saat itu masyarakat sedang sensitif di tengah ramai pemberitaan negatif isu ekonomi melemah dan akhirnya semua terakumulasi. Banyak nasabah menarik dana dan bertanya-tanya. Kemudian kami atasi dengan memberikan penjelasan yang komprehensif, tapi kemudian muncul kabar antrian padahal itu karena protokol kesehatan. (Baca juga: Ini Biang Kerok Bisnis BPR Alami Kebangkrutan)

Sekitar 48% cabang kami tutup sebagai bentuk pencegahan penyerbaran virus Covid-19, sedangkan di Bukopin ada payroll, pensiunan PNS, mereka ambilnya uang tunai sehingga bahaya kalau semua masuk bersamaan. Jadi kita atur antrian tapi tetap diberitakan negatif. Kemudian dibikin RUPS dan saya pun ditunjuk jadi Direktur Utama.

Apa saja langkah yang Anda lakukan sebagai pimpinan?

Program pertama yaitu penawaran umum terbatas (PUT) V yang dilakukan hanya 3 hari kerja untuk rights issue. Ini sudah ditunggu selama setahun yang tidak dilakukan. Tapi kami didukung semua pihak dari OJK dan pemerintah ikut bantu. Dalam salah satu agendanya menentukan siapa yang jadi PSP. Karena kita butuh kejelasan siapa yang akan menjamin bank ini terus dengan kemampuan finansial dan transfer knowledge serta mendukung bisnis. Pihak Kookmin setuju akan ambil rights dan menjadi standby buyer. Sementara dua pemegang saham lainnya hanya ambil rights saja. Sekarang keadaan sudah lebih tenang. Kalau ada masalah insyaallah lebih mudah dibereskan.

Dan hasilnya, pekan lalu proses Penawaran Umum Terbatas ke-5 (PUT V) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sukses. KB Kookmin Bank menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham baru dan menjadi pemegang saham terbesar Bank Bukopin dengan menguasai porsi sebesar 33,90%. Sedangkan Bosowa Corporindo yang juga melaksanakan porsi HMETD nya dengan menyerap 1,09 miliar lembar saham kepemilikan sahamnya menjadi 23,4%. Sehari kemudian pernyataan efektif dari OJK keluar dan menetapkan KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali.

Perspektif apa yang Anda miliki dengan Kookmin Bank jadi pemegang saham mayoritas di Bukopin?

Dengan bergabungnya Kookmin Bank ada potensi bisnis baru yang terbuka. Kekuatan aset Kookmin itu Rp4.500 triliun. Bahkan grup finansialnya punya aset Rp9.500 triliun. Bisnis mereka sudah dikembangkan di 24 negara dan tiga di antaranya sukses di Kamboja, Myanmar, dan Vietnam. Lalu mereka merasa tipe negara tersebut sama dengan Indonesia. Pola bisnisnya juga sama dengan Bukopin. Saat ini portofolio kredit Bukopin untuk UMKM sebesar 57% atau tertinggi dibandingkan 21 bank lain. (Baca juga: Israel dan Hizbullah Saling Bantah Jadi Biang Ledakan Beirut)

Apa ada nilai tambah bila Kookmin Bank menjadi Pengendali di Bukopin?

Kalau Kookmin masuk nanti ada transfer knowledge. Pengalaman bisnis mereka untuk ritel, khususnya segmen UKM dan mikro di tiga negara Asean sudah sepenuhnya menggunakan aplikasi untuk credit scoring. Ini belum ada di Indonesia. Terutama yang menggunakan aplikasi dari back end ke frontline yang serba otomatis.

Bukopin juga sukses di UKM dan mikro dengan 30.000 jaringan PPOB. Ini sangat menarik di mata mereka dan sesuai kultur kami juga ke sana. Keuntungan lain masuknya Kookmin adalah kami otomatis jadi bagian ekosistem perbankan global. Harapannya ini menarik SDM unggulan buat berkembang karena kami sudah di level internasional.

Apakah Bukopin juga akan menyasar segmen korporasi?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KB Bank Berikan Beasiswa...
KB Bank Berikan Beasiswa Pendidikan Sepak Bola, Bekal untuk Generasi Muda Berdaya Saing
Kolaborasi KB Bank dan...
Kolaborasi KB Bank dan LPEI untuk Pembiayaan Ekspor Nasional
Lagi, KB Kookmin Bank...
Lagi, KB Kookmin Bank Fasilitasi Operasi Jantung dan Perawatan Medis Anak-anak Indonesia
KB Bank Bukopin Catat...
KB Bank Bukopin Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp352 Miliar di Kuartal I-2025
Migrasi NGBS Sukses,...
Migrasi NGBS Sukses, KB Bank Komitmen Beri Layanan Terbaik untuk Nasabah
Sambut Ramadan, KB Bank...
Sambut Ramadan, KB Bank Bagikan Takjil untuk Masyarakat Bandung
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved