Ditekan Barat, Investasi Asing yang Masuk ke China Menciut
Senin, 06 November 2023 - 21:00 WIB
loading...
China catatkan defisit investasi asing. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Data neraca pembayaran China mencatat defisit triwulanan pertama dalam investasi asing langsung (FDI). Catatan itu menjadi tantangan bagi Beijing dalam merayu perusahaan-perusahaan luar negeri setelah kebijakan “pengurangan risiko” yang digencarkan oleh negara-negara Barat.
Baca juga: Berjalan Satu Dekade, Proyek CPEC China Pakistan Diwarnai Beragam Masalah
Kewajiban investasi langsung mengalami defisit sebesar USD11,8 miliar selama periode Juli-September, menurut data awal neraca pembayaran China yang dirilis pada Jumat malam.
Capaian itu merupakan kekurangan triwulanan pertama sejak regulator valuta asing China mulai mengumpulkan data pada tahun 1998, yang dapat dikaitkan dengan dampak “pengurangan risiko” oleh negara-negara Barat terhadap China di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Beberapa kelemahan dalam FDI China mungkin disebabkan oleh perusahaan multinasional yang melakukan repatriasi pendapatannya,” tulis Goldman Sachs, dikutip dari Reuters, Senin (6/11/2023). Lembaga itu juga menambahkan bahwa perbedaan suku bunga China dengan negara-negara maju iktu berperan.
Baca juga: Berjalan Satu Dekade, Proyek CPEC China Pakistan Diwarnai Beragam Masalah
Kewajiban investasi langsung mengalami defisit sebesar USD11,8 miliar selama periode Juli-September, menurut data awal neraca pembayaran China yang dirilis pada Jumat malam.
Capaian itu merupakan kekurangan triwulanan pertama sejak regulator valuta asing China mulai mengumpulkan data pada tahun 1998, yang dapat dikaitkan dengan dampak “pengurangan risiko” oleh negara-negara Barat terhadap China di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Beberapa kelemahan dalam FDI China mungkin disebabkan oleh perusahaan multinasional yang melakukan repatriasi pendapatannya,” tulis Goldman Sachs, dikutip dari Reuters, Senin (6/11/2023). Lembaga itu juga menambahkan bahwa perbedaan suku bunga China dengan negara-negara maju iktu berperan.
Lihat Juga :