Ekonomi Melambat, Masyarakat Menengah ke Bawah Makin Terhimpit

Selasa, 07 November 2023 - 11:22 WIB
loading...
Ekonomi Melambat, Masyarakat...
Perlambatan ekonomi dirasakan masyarakat kelas menengah ke bawah. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Center of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 yang mengalami perlambatan merupakan indikasi bahwa konsumsi rumah tangga sedang tertekan. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 tercatat sebesar 4,94% (yoy).

"Konsumsi rumah tangga memang sedang tertekan sehingga butuh obat dalam jangka waktu pendek dan cepat, karena kalau melihat tren konsumsi rumah tangga kita bagi dua paling tidak menengah bawah dan menengah atas," kata Bhima, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga: Sri Mulyani Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Merosot di Bawah 5%, Ini Penyebabnya

Bhima menjelaskan, masyarakat menengah ke bawah terbukti mendapatkan tekanan dari sisi kesempatan kerja yang belum terlalu terbuka dan belum bisa kembali seperti level pra pandemi. Begitu juga dari sisi harga kebutuhan pokok terutama beras, Bhima menilai hal itu sangat terasa dampaknya pada masyarakat menengah ke bawah.

"Kalau kita melihat data-data indikator indeks keyakinan konsumen, kemudian indeks penjualan ritel, ini segmen yang paling tertekan itu adalah segmen yang berkaitan justru makanan minuman, kemudian suku cadang kendaraan, dan ada pada kelompok menengah bawah," ujarnya.

Baca Juga: Kurang Bertenaga, Ekonomi Indonesia Kuartal III-2023 Tumbuh 4,94%

Sedangkan untuk masyarakat menegah ke atas, mereka masih belim mau belanja meskipun simpanan di perbankannya mengalami kenaikan. Menurutnya ada beberapa indikasi yang menyebabkan masyarakat menengah ke atas menahan belanja, salah satunya suku bunga kemudian juga faktor pemilu.

"Pemilu itu ada efek positifnya iya, tapi juga buat masyarakat menengah ke atas mungkin mereka wait and see dulu. Ada juga dampak geopolitik, belum selesai perang Ukraina, sudah ditambah ada Israel-Hamas, dan itu menambah resiko geopolitik kondisi makro globalnya," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Asal Somalia Ditolak Masuk AS
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved