Canggih! PNM Punya Monitoring Data Center Baru Pantau UlaaM dan Mekaar Secara Live
Kamis, 06 Agustus 2020 - 15:44 WIB
loading...
Monitoring data center baru PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di lantai 1 Menara Taspen. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kini memiliki monitoring data center baru yang meningkatkan kemampuan digitalisasi serta membantu meminimalisir kontak fisik di tengah pandemi Covid-19.
EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki mengatakan, melalui monitoring data center baru ini, pantauan untuk Program Mekaar dan ULaMM, bisa dilakukan secara live tiap harinya dengan didukung core system Mekaar dan ULaMM.
"Pada bulan Juli kemarin kita mencatat statistik jumlah nasabah Mekaar sebanyak 6,386 juta dengan lebih dari 30 ribu pendamping lapangan, namun per hari ini, nasabahnya sudah bertambah menjadi 6,421 juta. Data nasabah Mekaar ini di-refresh setiap 6 jam sekali," ujar Sunar di Jakarta, Kamis (6/8/2020).
(Baca Juga: Layanan Digital Mutlak Diperlukan)
Di dashboard ini juga disertakan pemetaan profil nasabah Mekaar, mulai dari data wilayah, usia nasabah, informasi plafon, dan status pernikahan. Sementara itu, untuk statistik nasabah ULaMM, yang merupakan versi naik kelas dari Mekaar, datanya akan diperbarui setiap 15 menit sekali. "Hingga detik ini, jumlah nasabah ULaMM tercatat sebanyak 71 ribu nasabah," tambah Sunar.
EVP Pengembangan dan Legal PNM Rahfie Syaefulshaaf menambahkan, monitoring ini juga diberlakukan untuk memantau kehadiran dan kinerja regional pengawas Mekaar di lapangan.
"Ini untuk memudahkan kami memantau kinerja mereka di 34 provinsi, pengawasan ini mutlak dilakukan. Dengan demikian, kinerja mereka bisa lebih optimal," ungkap Rahfie.
EVP Keuangan dan Operasional PNM Sunar Basuki mengatakan, melalui monitoring data center baru ini, pantauan untuk Program Mekaar dan ULaMM, bisa dilakukan secara live tiap harinya dengan didukung core system Mekaar dan ULaMM.
"Pada bulan Juli kemarin kita mencatat statistik jumlah nasabah Mekaar sebanyak 6,386 juta dengan lebih dari 30 ribu pendamping lapangan, namun per hari ini, nasabahnya sudah bertambah menjadi 6,421 juta. Data nasabah Mekaar ini di-refresh setiap 6 jam sekali," ujar Sunar di Jakarta, Kamis (6/8/2020).
(Baca Juga: Layanan Digital Mutlak Diperlukan)
Di dashboard ini juga disertakan pemetaan profil nasabah Mekaar, mulai dari data wilayah, usia nasabah, informasi plafon, dan status pernikahan. Sementara itu, untuk statistik nasabah ULaMM, yang merupakan versi naik kelas dari Mekaar, datanya akan diperbarui setiap 15 menit sekali. "Hingga detik ini, jumlah nasabah ULaMM tercatat sebanyak 71 ribu nasabah," tambah Sunar.
EVP Pengembangan dan Legal PNM Rahfie Syaefulshaaf menambahkan, monitoring ini juga diberlakukan untuk memantau kehadiran dan kinerja regional pengawas Mekaar di lapangan.
"Ini untuk memudahkan kami memantau kinerja mereka di 34 provinsi, pengawasan ini mutlak dilakukan. Dengan demikian, kinerja mereka bisa lebih optimal," ungkap Rahfie.
Lihat Juga :