Terungkap! Ini Biang Kerok yang Bikin Emiten Grup Salim Hengkang dari Bursa

Senin, 13 November 2023 - 07:36 WIB
loading...
Terungkap! Ini Biang...
META ungkap sejumlah alasan melakukan delisting. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Emiten jalan tol milik Grup Salim PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mengungkap alasan di balik penghapusan pencatatan saham secara sukarela di Bursa Efek Indonesia ( BEI ). Keputusan ini akan mengubah status perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Baca juga: Berniat Hengkang dari Bursa, BEI Panggil Emiten Jalan Tol Milik Salim

Pilihan voluntary delisting diambil dengan sejumlah alasan, termasuk kerugian yang dialami perseroan berturut-turut dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023 dan 30 September 2023.

Perusahaan juga mengakui tidak melakukan penggalangan dana atau capital raising dari pasar modal sejak aksi korporasi berskema right issue dilakukan pada 2010 dan 2018. Langkah itu disebut tidak akan dilakukan lagi di masa depan.

"Perusahaan juga sudah tidak memberikan dividen kepada pemegang saham setelah tahun buku 2018," kata manajemen dalam prospektus, dikutip Minggu (12/11/2023).

Manajemen juga berniat mengembangkan anak usaha sektor jalan tol yang membutuhkn pendanaan besar atau capital intensive. Menurutnya, karakteristik bisnis tersebut membutuhkan periode lama untuk menghasilkan imbal hasil investasi (return-on-investment).

"Sebagai akibatnya dapat menambah jangka waktu lebih panjang lagi untuk dapat memberikan dividen kepada pemegang saham," lanjut manajemen.

Baca juga: PBB: Jika Ada Neraka di Bumi Sekarang, Itu adalah Gaza Utara

Sebagaimana diketahui, saham META telah disuspensi BEI sejak Rabu (8/11/2023), sehubungan dengan rencana go-private yang diumumkn pada 7 November 2023. Demi memuluskan aksi korporasi ini, META akan meminta persetujuan investor publik melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2023.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Rekomendasi
Jelang Lawan Arab Saudi,...
Jelang Lawan Arab Saudi, Yamal Belum Siap Main 90 Menit
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved