21 Menkeu Anggota APEC Bahas Tantangan Ekonomi Global yang Makin Kompleks
Senin, 13 November 2023 - 22:38 WIB
loading...
Dalam Finance Ministers Meeting APEC, Menkeu Sri Mulyani Indrawati menerangkan, dibahas utamanya terkait tantangan perekonomian global yang semakin kompleks. Foto/Dok
A
A
A
SAN FRANSISCO - Rangkaian agenda APEC di Amerika Serikat (AS) sudah dimulai, dimana 21 Menteri Keuangan negara anggota APEC memulai Finance Ministers Meeting. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati menerangkan, dibahas utamanya terkait tantangan perekonomian global yang semakin kompleks.
Baca Juga: RI Harus Manfaatkan KTT APEC Summit 2023 untuk Diplomasi Perdagangan Sawit
Salah satunya adalah kondisi “higher for longer” yang semakin merosotkan posisi fiskal beberapa negara. Menkeu Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya @smindrawati berbagai seputar kegiatannya di San Fransisco dan apa saja yang dibahas dalam Finance Ministers Meeting,
"Lalu, saya sampaikan juga keluarnya kebijakan-kebijakan terkait isu perubahan iklim dapat memicu crowding out secara global. Kebutuhan pembiayaan yang masif ini berpotensi memberikan tekanan yang besar pada pasar dan berujung pada meningkatnya suku bunga, dan berujung pada meningkatnya tekanan terkait pembiayaan pada negara-negara berkembang, dimana Indonesia termasuk di dalamnya," jelas Sri.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Dampak Perlambatan Ekonomi Global Mulai Terasa
Baca Juga: RI Harus Manfaatkan KTT APEC Summit 2023 untuk Diplomasi Perdagangan Sawit
Salah satunya adalah kondisi “higher for longer” yang semakin merosotkan posisi fiskal beberapa negara. Menkeu Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya @smindrawati berbagai seputar kegiatannya di San Fransisco dan apa saja yang dibahas dalam Finance Ministers Meeting,
"Lalu, saya sampaikan juga keluarnya kebijakan-kebijakan terkait isu perubahan iklim dapat memicu crowding out secara global. Kebutuhan pembiayaan yang masif ini berpotensi memberikan tekanan yang besar pada pasar dan berujung pada meningkatnya suku bunga, dan berujung pada meningkatnya tekanan terkait pembiayaan pada negara-negara berkembang, dimana Indonesia termasuk di dalamnya," jelas Sri.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Dampak Perlambatan Ekonomi Global Mulai Terasa
Lihat Juga :