Pegawai Dikasih Rp600 Ribu/Bulan Tidak Akan Meningkatkan Konsumsi, Malah Disimpan

Kamis, 06 Agustus 2020 - 18:45 WIB
loading...
Pegawai Dikasih Rp600...
Pengamat menerangkan pekerjaan yang digolongkan untuk menerima bantuan berupa uang tunai Rp600.000 per bulan tidak akan meningkatkan konsumsi di masyarakat. Sebab dengan nilai gaji tersebut masyarakat akan cenderung menabung. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana memberi bantuan berupa uang tunai kepada setiap pegawai senilai Rp600.000 per bulan. Pemberian uang tunai ini akan diberikan kepada 13,8 juta pegawai yang bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. Tujuan Pemerintah memberi uang tunai ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga berdampak ke pertumbuhan ekonomi.

(Baca Juga: Hore, Gaji Tambahan Rp600 Ribu/Bulan Bagi Pekerja Bakal Cair September 2020 )

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, bahwa pekerjaan yang digolongkan pemerintah tersebut tidak akan meningkatkan konsumsi di masyarakat. Sebab dengan nilai gaji tersebut masyarakat akan cenderung menabung untuk menghadapi resesi.

"Jika diberikan uang pada kelompok itu, maka akan ditabung untuk menghadapi resesi, bukan buat konsumsi. Kalo disimpan pertumbuhan akan mandek," katanya dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Kamis (6/8/2020).

(Baca Juga: Bansos Rp600 Ribu per Bulan bagi Karyawan Menutupi Ketidakmampuan Tim Ekonomi ? )

Ia menilai, pemberian kepada kelompok gaji di bawah Rp 5 juta masih tinggi. Bahkan dengan gaji buruh yang rata-rata Rp2,9 juta masih dikategorikan mampu menghadapi krisis.

"Harusnya uang ini diprioritaskan kepada untuk kaum miskin, karena mereka pada dasarkan tidak memiliki penghasilan tetap. Sehingga uang didapat setiap harinya dibelanjakan untuk konsumsi," terangnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pencairan BLT Kesra...
Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Jadi Harapan Warga di Akhir Tahun 2025
BLT Kesra Rp900 Ribu...
BLT Kesra Rp900 Ribu untuk 35 Juta Penerima Tersalurkan 75%, Tuntas Desember
BLT Kesra Cair Rp900...
BLT Kesra Cair Rp900 Ribu, Penerima Manfaat: Lumayan Buat Dapur
Penyaluran BLT Kesra,...
Penyaluran BLT Kesra, Pos Indonesia Antarkan ke Lokasi Pengungsian
Mensos Tinjau Penyaluran...
Mensos Tinjau Penyaluran BLT Kesra, PosIND Target Rampung Akhir November
BRI Siap Salurkan BLTS...
BRI Siap Salurkan BLTS Kesra, Perkuat Komitmen Dukung Asta Cita
Kantorpos Salurkan BLTS...
Kantorpos Salurkan BLTS Kesra di Aceh Timur dan Kota Langsa
Kemensos Gandeng PT...
Kemensos Gandeng PT Pos Indonesia Percepat Penyaluran BLT Kesra 2025
PT Pos Sebut Realisasi...
PT Pos Sebut Realisasi BLT Capai 90%, Tambahan 3,2 Juta KPM Cair Hari Ini
Rekomendasi
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved