Ganjar-Mahfud Siap Maksimalkan Ekonomi Biru, TPN: Optimalkan yang Belum Maksimal
Rabu, 15 November 2023 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
Ia menerangkan, bahwa mereka memprioritaskan ekonomi biru karena melihat kenyataan bahwa Indonesia, dengan 77% wilayahnya berupa lautan, belum berhasil memanfaatkannya sepenuhnya sebagai penggerak utama Produk Domestik Bruto (PDB). Angka 7,6% PDB dari sektor maritim dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan potensi yang sebenarnya.
Potensi ekonomi yang sangat besar terdapat di wilayah pesisir dan laut Indonesia, mencakup sumber daya alam terbarukan, sumber daya alam tak terbarukan, dan berbagai jasa lingkungan.
Nilainya diperkirakan mencapai sekitar USD1,4 triliun per tahun, atau setara dengan 1,5 kali Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Potensi dari sumber daya alam tersebut dapat menciptakan lapangan kerja untuk 45 juta orang.
Namun, Hakim menjelaskan jika pemanfaatan potensi ekonomi di sektor kelautan masih jauh dari optimal. Salah satu indikatornya adalah rendahnya alokasi anggaran untuk sektor kelautan, yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan pendapatan dari sektor tersebut menjadi terhambat.
Ia menyebut jika kendalanya bukanlah pada tujuan yang diinginkan, tetapi pada sejauh mana keseriusan untuk mewujudkannya. Hal ini tercermin dari kurangnya penekanan terhadap ketahanan laut Indonesia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari tahun ke tahun.
Ia pun menyatakan, bahwa dalam upaya untuk mengoptimalkan misi ekonomi biru, Ganjar-Mahfud akan memulainya dengan mengeksplorasi potensi-potensi yang mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan, salah satunya dengan mengembangkan budidaya rumput laut di berbagai daerah.
"Rumput laut yang hanya butuh tak sampai jarak puluhan meter dari pantai untuk melakukan budi daya. Artinya, investasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan sangat mungkin direalisasikan segera dan serentak di banyak wilayah," ucap Hakim.
Potensi ekonomi yang sangat besar terdapat di wilayah pesisir dan laut Indonesia, mencakup sumber daya alam terbarukan, sumber daya alam tak terbarukan, dan berbagai jasa lingkungan.
Nilainya diperkirakan mencapai sekitar USD1,4 triliun per tahun, atau setara dengan 1,5 kali Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Potensi dari sumber daya alam tersebut dapat menciptakan lapangan kerja untuk 45 juta orang.
Namun, Hakim menjelaskan jika pemanfaatan potensi ekonomi di sektor kelautan masih jauh dari optimal. Salah satu indikatornya adalah rendahnya alokasi anggaran untuk sektor kelautan, yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan pendapatan dari sektor tersebut menjadi terhambat.
Ia menyebut jika kendalanya bukanlah pada tujuan yang diinginkan, tetapi pada sejauh mana keseriusan untuk mewujudkannya. Hal ini tercermin dari kurangnya penekanan terhadap ketahanan laut Indonesia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari tahun ke tahun.
Ia pun menyatakan, bahwa dalam upaya untuk mengoptimalkan misi ekonomi biru, Ganjar-Mahfud akan memulainya dengan mengeksplorasi potensi-potensi yang mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan, salah satunya dengan mengembangkan budidaya rumput laut di berbagai daerah.
"Rumput laut yang hanya butuh tak sampai jarak puluhan meter dari pantai untuk melakukan budi daya. Artinya, investasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan sangat mungkin direalisasikan segera dan serentak di banyak wilayah," ucap Hakim.
(akr)
Lihat Juga :