Model BPP Kostratani Jadi Harapan Kerek Produksi dan Kesejahteraan Petani
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menjelaskan mengenai indikator yang harus dimiliki BPP Kostratani. Total ada 6 indikator yang membuat BPP bisa disebut sebagai BPP Kostratani.
“Tapi, ada 3 poin yang paling penting yang wajib ada di BPP Kostratani, yaitu Tersedianya data dan informasi petanian, kemudian Terlaksananya Program Utama Kementerian Pertanian seperti Propaktani, Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, Gratieks, PMS, KUR, Inovasi, Petani Milenial, dan lainnya. Dan yang ketiga Terkoneksi dengan AWR,” katanya.
Indikator lainnya yang harus dimiliki BPP Model Kostratani adalah memiliki fasilitas belajar sepert demplot atau sekolah lapang, terdapat informasi atau cara akses modal, pasar, dan terakhir terdapat mitra.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini Kementan memang dituntut melakukan perubahan strategi akibat Covid-19. “Dalam mengembangkan SDM pertanian, biasanya kita lakukan dengan cara konvensional. Tapi Covid-19 membuat kita harus melakukannya secara digital dengan online. Dan terbukti juga efektif, karena pelatihan online bisa diikuti penyuluh dan petani dari seluruh Tanah Air,” tuturnya.
“Tapi, ada 3 poin yang paling penting yang wajib ada di BPP Kostratani, yaitu Tersedianya data dan informasi petanian, kemudian Terlaksananya Program Utama Kementerian Pertanian seperti Propaktani, Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, Gratieks, PMS, KUR, Inovasi, Petani Milenial, dan lainnya. Dan yang ketiga Terkoneksi dengan AWR,” katanya.
Indikator lainnya yang harus dimiliki BPP Model Kostratani adalah memiliki fasilitas belajar sepert demplot atau sekolah lapang, terdapat informasi atau cara akses modal, pasar, dan terakhir terdapat mitra.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini Kementan memang dituntut melakukan perubahan strategi akibat Covid-19. “Dalam mengembangkan SDM pertanian, biasanya kita lakukan dengan cara konvensional. Tapi Covid-19 membuat kita harus melakukannya secara digital dengan online. Dan terbukti juga efektif, karena pelatihan online bisa diikuti penyuluh dan petani dari seluruh Tanah Air,” tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :