Model BPP Kostratani Jadi Harapan Kerek Produksi dan Kesejahteraan Petani
Kamis, 06 Agustus 2020 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Sambung dia menjelaskan, Kostratani adalah pusat gerakan pembangunan pertanian tingkat kecamatan. Kostratani juga merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan memanfaatkan IT dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Menurut Bustanul, tugas dari BPP Kostratani tidaklah mudah. Ada peran penting yang harus dijalankan BPP Kostratani.
“Kenapa SDM di BPP Kostratani harus terlatih? Karena BPP Kostratani adalah Pusat Data dan informasi pertanian. BPP Kostratani juga menjadi Pusat Konsultasi Agribisnis, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian. Tidak itu saja, BPP Kostratani adalah Pusat Pembelajaran, serta Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan,” kata Bustanul menjelaskan peran Kostratani.
Menurutnya, ada perbedaan mendasar dari BPP dan BPP Kostratani. Menurutnya, fungsi BPP selama ini belum maksimal. Fungsi inilah yang kemudian dimaksimalkan di BPP Kostratani. “Selain itu BPP yang sudah bertransformasi menjadi BPP Kostratani sudah dilengkapi sarpras IT dan PC dan telah terkoneksi dengan Agricultural War Room (AWR) di Kementerian Pertanian,” ungkapnya.
(Baca Juga: Digitalisasi Pertanian, BPP Kostratani Disiapkan di Sulteng )
Dalam kesempatan itu, Bupati Donggala Kasman Lassa menegaskan jika pemerintahannya siap mendukung kemajuan pertanian. “Masyarakat petani sering kami kunjungi, dengan apa yang dia butuhkan kita bantu. Dan beberapa kecamatan sudah swasembada pangan. Saya pun ingin menghadap Pak Menteri untuk membahas pemanfaatan lahan. Karena kita banyak hasil petanian, ada ubi, jagung, kacang, kelor, dan lainnya. Akan kita buat dalam sebuah buku dan kita akan minta arahan Pak Menteri,” tuturnya.
Kasman Lassa mengungkapkan, jika Donggala akan membuat pusat pendidikan dan pelatihan penyuluh. Ia pun berencana membangun sarana dan prasarana pendukung. “Kita akan siapkan lahan untuk Kementan dan penyuluh serta Kostratani untuk berkreasi. Ayo Sinergi dengan pusat, silahkan datang ke sini dan kita bangun bersama,” terang dia.
“Kenapa SDM di BPP Kostratani harus terlatih? Karena BPP Kostratani adalah Pusat Data dan informasi pertanian. BPP Kostratani juga menjadi Pusat Konsultasi Agribisnis, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian. Tidak itu saja, BPP Kostratani adalah Pusat Pembelajaran, serta Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan,” kata Bustanul menjelaskan peran Kostratani.
Menurutnya, ada perbedaan mendasar dari BPP dan BPP Kostratani. Menurutnya, fungsi BPP selama ini belum maksimal. Fungsi inilah yang kemudian dimaksimalkan di BPP Kostratani. “Selain itu BPP yang sudah bertransformasi menjadi BPP Kostratani sudah dilengkapi sarpras IT dan PC dan telah terkoneksi dengan Agricultural War Room (AWR) di Kementerian Pertanian,” ungkapnya.
(Baca Juga: Digitalisasi Pertanian, BPP Kostratani Disiapkan di Sulteng )
Dalam kesempatan itu, Bupati Donggala Kasman Lassa menegaskan jika pemerintahannya siap mendukung kemajuan pertanian. “Masyarakat petani sering kami kunjungi, dengan apa yang dia butuhkan kita bantu. Dan beberapa kecamatan sudah swasembada pangan. Saya pun ingin menghadap Pak Menteri untuk membahas pemanfaatan lahan. Karena kita banyak hasil petanian, ada ubi, jagung, kacang, kelor, dan lainnya. Akan kita buat dalam sebuah buku dan kita akan minta arahan Pak Menteri,” tuturnya.
Kasman Lassa mengungkapkan, jika Donggala akan membuat pusat pendidikan dan pelatihan penyuluh. Ia pun berencana membangun sarana dan prasarana pendukung. “Kita akan siapkan lahan untuk Kementan dan penyuluh serta Kostratani untuk berkreasi. Ayo Sinergi dengan pusat, silahkan datang ke sini dan kita bangun bersama,” terang dia.
Lihat Juga :