Hilirisasi Bawa Tren Positif ke Penerimaan Pajak Industri Pengolahan
Kamis, 16 November 2023 - 17:21 WIB
loading...
Hilirisasi semua sektor diklaim membawa tren positif terhadap penerimaan pajak pada industri pengolahan. Hal itu lantaran industri pengolahan jadi penyumbang paling besar dengan kontribusi 27,3%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Hilirisasi semua sektor diklaim membawa tren positif terhadap penerimaan pajak pada industri pengolahan . Hal itu lantaran industri pengolahan memang menjadi penyumbang paling besar bagi Indonesia dengan kontribusi mencapai 27,3% terhadap total penerimaan pajak hingga September 2023.
"Jadi apa yang dilakukan atau digaungkan oleh Presiden Jokowi untuk melakukan hilirisasi di semua bidang itu menjadikan tren positif terhadap penerimaan pajak di sektor industri pengolahan juga," terang Ketua Badan Otonom HIPMI Tax Center, Muhammad Arif Rohman dalam Market Review, Kamis (16/11/2023).
Baca Juga: Masuk Rantai Pasok Global, Program Hilirisasi Sokong Kinerja Sektor Industri
Selajutnya, penerimaan pajak juga disumbang dari sektor jasa keuangan dan asuransi yang kontribusinya cukup besar. Lalu juga sektor pertambangan dan sektor perdagangan yang juga memiliki kontribusi cukup besar terhadap penerimaan pajak hingga saat ini.
"Jadi 4 sektor itu yang menjadi penopang utama dari penerimaan perpajakan kita di 2023," imbuhnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menggaungkan hilirisasi industri. Tak hanya komoditas mineral, tapi Jokowi juga mendorong hilirisasi untuk komoditas non mineral seperti kelapa sawit, rumput laut, kelapa dan komoditas potensial lain.
Baca Juga: Digitalisasi Jadi Keniscayaan di Semua Sektor Usaha
Menurut Jokowi, dengan hilirisasi maka akan lebih mengoptimalkan kandungan lokal lewat kemitraan dengan UMKM, petani, nelayan. Sehingga manfaatnya akan lebih terasa bagi rakyat kecil.
"Ini pahit bagi pengekspor bahan mentah, pahit untuk pendapatan negara jangka pendek. Tapi kalau ekosistem terbentuk, pabrik pengolahan beropasi akan berubah pada akhirnya, terutama kesehjahteraan masyarakat," tegas Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI.
"Jadi apa yang dilakukan atau digaungkan oleh Presiden Jokowi untuk melakukan hilirisasi di semua bidang itu menjadikan tren positif terhadap penerimaan pajak di sektor industri pengolahan juga," terang Ketua Badan Otonom HIPMI Tax Center, Muhammad Arif Rohman dalam Market Review, Kamis (16/11/2023).
Baca Juga: Masuk Rantai Pasok Global, Program Hilirisasi Sokong Kinerja Sektor Industri
Selajutnya, penerimaan pajak juga disumbang dari sektor jasa keuangan dan asuransi yang kontribusinya cukup besar. Lalu juga sektor pertambangan dan sektor perdagangan yang juga memiliki kontribusi cukup besar terhadap penerimaan pajak hingga saat ini.
"Jadi 4 sektor itu yang menjadi penopang utama dari penerimaan perpajakan kita di 2023," imbuhnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menggaungkan hilirisasi industri. Tak hanya komoditas mineral, tapi Jokowi juga mendorong hilirisasi untuk komoditas non mineral seperti kelapa sawit, rumput laut, kelapa dan komoditas potensial lain.
Baca Juga: Digitalisasi Jadi Keniscayaan di Semua Sektor Usaha
Menurut Jokowi, dengan hilirisasi maka akan lebih mengoptimalkan kandungan lokal lewat kemitraan dengan UMKM, petani, nelayan. Sehingga manfaatnya akan lebih terasa bagi rakyat kecil.
"Ini pahit bagi pengekspor bahan mentah, pahit untuk pendapatan negara jangka pendek. Tapi kalau ekosistem terbentuk, pabrik pengolahan beropasi akan berubah pada akhirnya, terutama kesehjahteraan masyarakat," tegas Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI.
(akr)
Lihat Juga :