PLN IP Uji Coba Cofiring PLTU Gunakan 100 Ton Limbah Uang Kertas
Jum'at, 17 November 2023 - 12:30 WIB
loading...
PLN IP melakukan uji coba cofiring PLTU batu bara dengan menggunakan 100 ton limbah uang kertas. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) melakukan uji coba cofiring pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dengan menggunakan 100 ton limbah uang kertas. Uji coba dilakukan di PLTU Jateng 2 Adipala PGU.
"PLN IP terus melakukan manuver untuk mencapai target bauran EBT pada 2025. Selain terus menggali potensi EBT di Indonesia, kami juga menjalankan program cofiring, yang dijadikan sebagai salah satu green booster dalam program percepatan peningkatan energi terbarukan," ujar Direktur Utama PLN IP Edwin Nugraha Putra dalam siaran pers, Jumat (17/11/2023).
Baca Juga: Pemanfaatan Biomassa untuk Co-Firing PLTU Terus Didorong
Pihaknya terus mengejar target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025, salah satunya melalui program cofiring. Program itu dijadikan sebagai salah satu green booster dalam program percepatan peningkatan energi terbarukan dengan minimum investasi dikarenakan menggunakan fasilitas yang sudah ada.
Sebanyak 100 ton limbah uang kertas itu didapatkan dari berbagai wilayah cabang Bank Indonesia yaitu Bandung, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Tasikmalaya, Cirebon, dan Tegal.
"PLN IP terus melakukan manuver untuk mencapai target bauran EBT pada 2025. Selain terus menggali potensi EBT di Indonesia, kami juga menjalankan program cofiring, yang dijadikan sebagai salah satu green booster dalam program percepatan peningkatan energi terbarukan," ujar Direktur Utama PLN IP Edwin Nugraha Putra dalam siaran pers, Jumat (17/11/2023).
Baca Juga: Pemanfaatan Biomassa untuk Co-Firing PLTU Terus Didorong
Pihaknya terus mengejar target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025, salah satunya melalui program cofiring. Program itu dijadikan sebagai salah satu green booster dalam program percepatan peningkatan energi terbarukan dengan minimum investasi dikarenakan menggunakan fasilitas yang sudah ada.
Sebanyak 100 ton limbah uang kertas itu didapatkan dari berbagai wilayah cabang Bank Indonesia yaitu Bandung, Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Tasikmalaya, Cirebon, dan Tegal.
Lihat Juga :