Jelang Libur Nataru, Partai Perindo Desak Pemerintah Segera Kendalikan Harga Pangan
Senin, 20 November 2023 - 20:56 WIB
loading...
Partai Perindo mendesak pemerintah segera mengendalikan harga pangan menjelang Nataru. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan menyoroti kenaikan harga berbagai komoditas pangan. Menurutnya, kenaikan harga bahan pangan sangat berdampak ke rakyat kecil yang daya belinya rendah.
"Kami optimistis Pemerintah dapat mengendalikan harga dan tidak akan membiarkan rakyat sengsara. Tapi Pemerintah juga harus kerja keras membuktikan kesanggupannya untuk turunkan harga. Jangan sampai di lapangan harga terus bergerak naik tak terkendali," ujar Yerry kepada wartawan, Senin (20/11/2023).
Baca Juga: Diserbu Produk Impor, Caleg Perindo Dorong Perlindungan Industri Tekstil dan Garmen Lokal
Berdasarkan data Litbang Partai Perindo yang dikutip dari Bapanas, kenaikan harga terjadi pada beras premium 2,7%, beras medium naik 0,99%, bawang putih naik 4,43%, telur ayam ras naik 3,67%, minyak goreng kemasan naik 4,84%, dan tepung terigu naik 4,44%.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti, Yerry menjelaskan permintaan barang diprediksi meningkat. Jika tidak diantisipasi, hal tersebut akan berpotensi melambungkan harga komoditas pangan.
"Kami optimistis Pemerintah dapat mengendalikan harga dan tidak akan membiarkan rakyat sengsara. Tapi Pemerintah juga harus kerja keras membuktikan kesanggupannya untuk turunkan harga. Jangan sampai di lapangan harga terus bergerak naik tak terkendali," ujar Yerry kepada wartawan, Senin (20/11/2023).
Baca Juga: Diserbu Produk Impor, Caleg Perindo Dorong Perlindungan Industri Tekstil dan Garmen Lokal
Berdasarkan data Litbang Partai Perindo yang dikutip dari Bapanas, kenaikan harga terjadi pada beras premium 2,7%, beras medium naik 0,99%, bawang putih naik 4,43%, telur ayam ras naik 3,67%, minyak goreng kemasan naik 4,84%, dan tepung terigu naik 4,44%.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti, Yerry menjelaskan permintaan barang diprediksi meningkat. Jika tidak diantisipasi, hal tersebut akan berpotensi melambungkan harga komoditas pangan.
Lihat Juga :